REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebanyak 33.927 jemaah haji asal Jawa Timur (Jatim) diminta bersabar menunggu upaya diplomasi Pemerintah ke Arab Saudi. Rencanannya, Kamis (13/6) malam seluruh perwakilan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) RI akan mengakan rapat kesepahaman bersama.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Sudjak mengatakan, sejauh ini pihaknya belum punya gambaran terkait kebijakan apa yang harus diambil untuk para calon jemaah tahun ini. Terlebih, kuota Jatim mendapat peringkat terbesar kedua untuk pemberangakatan haji di Indonesia.
"Saya masih menunggu hasil kesepakatan rapat nanti malam, agar semua Kanwil Kemenag sejalan," kata Sudjak pada ROL, saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Pemerintah Saudi akan membatasi kuota jamaah lantaran ada pembangunan mega proyek di kawasan tersebut. Pemberitaan itu, kata Sudjak, menimbulkan pertanyaan terhadap calon jamaah yang sudah dinyatakan lunas ongkos pembiyaan hajinya.
Pihaknya kerap kali mendapat pertanyaan dari para calon jemaah melalui pesan singkat di ponselnya. Ia berharap, ke depan tidak akan timbul gejolak dan aksi protes terhadap upaya yang sudah dilakukan pemerintah. "Kami akan usaha berdiplomasi dulu, kalau memang tetap gagal, paling tidak ada kebijakan secara terpusat," ujarnya mengakhiri.