REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar, Helmi Santika mengatakan pelaku diduga sudah melakukan pengintaian dan peninjauan sebelum mengeksekusi Tito Kei, (31/6) lalu.
Helmi menjelaskan, kemungkinan peninjauan tersebut seperti penguasaan lokasi terkait ke mana arah lari setelah pengeksekusian. "Kemungkinan lain, adanya orang yang memberitahukan aktifitas Tito saat itu," katanya, Selasa (4/6).
Tito diinformasikan sedang bermain kartu di warung kopi depan rumahnya. Seperti yang diketahui, Tito terbunuh ketika sedang bermain kartu bersama ketiga rekannya.
Menurut Helmy, diduga pelaku sudah mengikuti Tito dan kebiasanya. Seperti kebiasaan Tito menyukai Motor Trail untuk berkeliling. "Jadi ada kemungkinan, ada motor Trail Tito, ada orangnya di sana," kata Helmi.