REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Memasuki masa pemupukan, para petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk urea. Akibatnya, tanaman padi mengalami keterlambatan pemupukan.
Salah seorang petani di Kecamatan Sliyeg, Amanudin, mengatakan, masa pemupukan pertama seharusnya berlangsung saat umur tanaman padi berusia antara 1 - 15 hari. Sedangkan saat ini, umur tanaman padinya sudah 21 hari.
"Tanaman padi sudah umur tiga minggu, tapi belum dipupuk," ujar Amanudin, Ahad (2/6).
Amanudin mengatakan, sudah mencari pupuk ke sejumlah kios pertanian. Namun, para pemilik kios mengatakan pupuk urea sudah habis. Amanudin pun mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Pasalnya, keterlambatan pemupukan akan membuat pertumbuhan tanaman padi terhambat.
"Bulir padi nantinya akan lebih sedikit sehingga berdampak pada rendahnya produksi padi saat panen,'' kata Amanudin.
Hal senada diungkapkan seorang petani di Kecamatan Juntinyuat, Waskudi. Dia mengatakan, pupuk yang tersedia di kios menjadi rebutan para petani. "Jadi kalau terlambat, ya tidak kebagian," tutur Waskudi.
Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Sutatang, saat dikonfirmasi, membenarkan sulitnya mendapatkan pupuk urea di sejumlah kecamatan. Selain di Kecamatan Sliyeg dan Juntinyuat, kesulitan mendapatkan pupuk juga dikeluhkan petani di Kecamatan Losarang dan Jatibarang.
"Kebutuhan pupuk sekarang sedang tinggi karena tanaman padi rata-rata sedang memasuki masa pemupukan," tutur Sutatang.
Sutatang pun sudah meminta kepada pihak Pupuk Kujang untuk segera mengatasi kondisi tersebut. Pasalnya, kondisi itu akan berdampak pada produktivitas padi. "Kemarin pihak Pupuk Kujang sudah menyatakan kesanggupannya untuk mengatasi masalah ini," kata Sutatang menandaskan.