Selasa 26 Mar 2013 11:55 WIB

Aparat Didesak Ungkap Kasus LP Cebongan

 Sejumlah personel Brimob dan TNI bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah personel Brimob dan TNI bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak aparat agar segera mengungkap kasus pembantaian empat orang tahanan di LP Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta.

Siaran pers Koalisi yang diterima di Jakarta, Selasa (26/3) menyebutkan, pihaknya mendesak kepada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang dan tidak boleh menutup-nutupi peristiwa penyerangan yang terjadi.

Selain itu, menurut Koalisi, aparat kepolisian harus berani menemukan siapa dalang dan pelaku dari penyerangan yang dilakukan secara terorganisir, terencana, terlatih dan memiliki kapasitas penggunaan senjata secara profesional.

Koalisi berpendapat, hal tersebut terlihat dari cara penyerangan yang dilakukan secara sistematis, cepat dan taktis serta penggunaan persenjataan yang memadai yakni senjata AK 47, FN dan granat.

Aparat kepolisian sudah seharusnya memfokuskan kerja dengan menarik benang merah antara peristiwa penyerangan Lapas dengan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh empat orang tahanan tersebut.

Karena itulah, lanjut Koalisi, kemungkinan besar motivasi penyerangan akan terjawab dan para pelaku penyerangan bisa terungkap. Selain itu, aparat penegak hukum juga didesak untuk bekerja secara lebih profesional di dalam melindungi warga negaranya.

Aparat penegak hukum juga dinilai harus memperbaiki kinerjanya secara lebih profesional di dalam menangani kasus-kasus yang terjadi terutama meninggalkan budaya korupsi yang menjadi masalah di dalam sistem penegakan hukum saat ini.

Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan terdiri atas Imparsial, Kontras, YLBHI, Elsam, HRWG, ICW, LBH Pers, Ridep Institute, LBH Jakarta, IDSPS, Lespersi, dan KSPI.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement