Jumat 15 Mar 2013 21:11 WIB

PKS Bantah Kadernya Terlibat Terorisme Mustikajaya

Terorisme (ilustrasi).
Foto: blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PKS Kota Bekasi, Jawa Barat membantah kadernya terlibat dalam aksi terorisme Mustikajaya. Menurut PKS isu tersebut adalah upaya menjatuhkan citra partai tarbiyah tersebut jelang Pemilu 2014.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Bidang Humas DPD PKS Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, menyikapi kesaksian sejumlah warga Mustikajaya yang menyebutkan lokasi persembunyian dua tersangka teroris merupakan milik kader PKS, yakni Edi Novian.

"Banyak orang yang tidak kenal siapa dan bagaimana PKS. Mungkin yang dilihat warga adalah kesamaan secara fisik dan penampilan layaknya kader kami," ujarnya di Bekasi, Jumat (15/3).

Ketua RW 03 Mustikajaya, Anin Sigkih, mengaku mengenal pemilik bangunan bengkel mebel yang menjadi lokasi penggerebekan Densus 88 Antiteror di RT 002 RW 003 Jalan Laimun, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat pagi.

"Saya pernah lihat Pak Edi mengantarkan konsumsi untuk keperluan saksi PKS di tempat pemungutan suara (TPS) selama pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi pada tanggal 16 Desember 2012. Beliau adalah pemilik bengkel mebel karena saya yang mengurus perizinannya," katanya.

Pernyataan Anin diperkuat pengakuan salah satu warga setempat yang berprofesi sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI Perjuangan, Tumai.

"Saya tahu dia (Edi) kader PKS dari teman saya yang pernah menyaksikan dia terlibat dalam kegiatan PKS," katanya.

Menurut Ariyanto, pihaknya tidak menemukan daftar anggota atau kader PKS setempat yang bernama Edi Novian. "Kalaupun pernah ada orang yang pernah membantu konsumsi saksi kami, itu sifatnya sukarela. Kami tidak bisa melarang masyarakat memberi bantuan," katanya.

Pihaknya berkesimpulan kabar tersebut sengaja diembuskan pihak tak bertanggung jawab merusak citra partai di mata masyarakat. "Tahun ini adalah tahun politik, tetapi jangan gunakan segala cara untuk merusak citra kami. Memang belakangan ini banyak pihak yang ingin menjatuhkan PKS," katanya mengakhiri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement