Senin 11 Mar 2013 16:09 WIB

Pembangunan Tol Tanjung Priok Masih Bermasalah

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Proyek pembangunan jalan tol  (ilustrasi).
Foto: Antara
Proyek pembangunan jalan tol (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan Tol JORR akses Tanjung Priok hingga kini belum juga rampung. Rupanya jalan tol yang memiliki panjang 16,51 kilometer ini masih terkendala masalah pembebasan lahan.

Direktur Jenderal Bina Marga Joko Murjanto mengatakan permasalahan tanah yang masih dihadapi diantaranya di sekitar wilayah Kalibaru yang terkendala kepemilikan tanah yang berbeda. Selain itu di simpang Jampea yang terkendala permasalahan harga. Namun demikian ia mengatakan permasalahan tersebut bisa selesai April nanti.

Ia juga berharap pengerjaan jalan tol itu bisa selesai pada akhir 2014 nanti agar kegiatan ekspor impor di pelabuhan Tanjung Priok tidak terganggu.

"Kontruksi kita harapkan selesai akhir 2014," ujar dia saat meninjau pembangunan tol di depan RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (11/3).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang juga ikut meninjau pembangunan tiang pancang tol itu mengatakan pembangunan jalan tol Tanjung Priok ini penting sebagai akses bagi kontainer yang keluar masuk pelabuhan. Karena itu ia ingin mengajak serta masyarakat dalam menyelesaikan masalah pembangunan tol yang memakan dana Rp 3,60 triliun ini.

"Kita akan mengajak masyarakat karena ini untuk kepentingan negara, kepentingan ekonomi, untuk kepentingan umum," jelas dia yang didampingi Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono ini.

Jokowi bahkan berjanji, jika dalam dua bulan permasalahan tanah belum juga rampung, ia sendiri yang akan menyelesaikannya.

Proyek pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi lima seksi, yakni seksi E1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 kilometer, seksi E2 Cilincing-Jampea (2,74 km), seksi E2A Jampea-Simpang Jampea (1,92 km), seksi NS Link Simpang Jampea-Yos Sudaro (2,42 km), dan seksi NS Direct Ramp (1,1 km).

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement