Sabtu 02 Mar 2013 23:59 WIB

Tujuh Pesawat Jet 'Gempur' Langit Jakarta

Rep: Aditya Pradana Putra/ Red: Mansyur Faqih
Pesawat-pesawat Tim Breitling Jet beratraksi udara di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (2/3). Tampilnya tim akrobatik pesawat jet di Jakarta tersebut merupakan bagian dari tour mereka di Asia, setelah sebelumnya mereka tampil di Yogyakarta dan
Foto: Aditya Pradana Putra
Pesawat-pesawat Tim Breitling Jet beratraksi udara di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (2/3). Tampilnya tim akrobatik pesawat jet di Jakarta tersebut merupakan bagian dari tour mereka di Asia, setelah sebelumnya mereka tampil di Yogyakarta dan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi akrobat pesawat Tim Jet Breitling menghiasi langit Jakarta pada Sabtu siang (2/3). Pertunjukan udara tim asal Prancis di langit Ibukota tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Asia mereka setelah sebelumnya beratraksi di Filipina dan Yogyakarta.

Dengan menggunakan pesawat L39C Albatros, tujuh pilot Breitling terbang landas dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Mereka menampilkan aksi-aksi aerobatik menawan dengan kecepatan antara 600 hingga 700 kilometer per jam selama 25 menit.

Sesekali aksi menukik mereka dilakukan hingga kecepatan maksimal 900 kilometer per jam. Jantung penonton beberapa kali dibuat berdebar dengan aksi-aksi ekstrim ketujuh pilot Breitling.

Salah satu aksi paling ekstrim adalah saat pesawat-pesawat jet mereka begerak mendekati ke arah penonton dan secara tiba-tiba bergerak menukik secara horizontal.

Usai beratraksi, salah satu pilot tim Breitling, Jacques Bothelin berkomentar, gerakan mendekati penonton dan menukik tersebut merupakan aksi andalan mereka.

"Butuh kecermatan dan kerja sama yang baik untuk melakukan manuver-manuver berbahaya itu. Kesalahan satu orang bisa menyebabkan semuanya celaka," kata Jacques.

Menurutnya, tujuh pilot tim Breitling merupakan veteran pilot pesawat tempur dari kesatuan militer negara asal mereka. "Pengalaman kami menerbangkan pesawat tempur menjadi modal tersendiri bagi tim akrobatik ini," kata Jacques.

Bagi dia, cuaca di Indonesia yang tidak menentu dan karakter kawasan yang bergunung-gunung menjadi tantangan tersendiri.

"Sebelum di Jakarta, kami sempat terbang di atas Candi Borobudur. Itu adalah pengalaman yang menakjubkan melihat candi terbesar dari sudut yang mungkin orang lain belum pernah lihat," kata Jacques.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement