Rabu 23 Jan 2013 17:20 WIB

TNI dan Polisi Lawan Lumpur di Kampung Melayu

Gabungan anggota TNI dari Yonarmed VII dan Korps Brimob Polri sedang membersihkan lumpur di pemukiman warga Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu siang (23/1).
Foto: Antara
Gabungan anggota TNI dari Yonarmed VII dan Korps Brimob Polri sedang membersihkan lumpur di pemukiman warga Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu siang (23/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Semangat!!! Yuk, bangun biar gak kerasukan!" teriakan itu memecah kesunyian di sebuah pemukiman di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Tak ayal, teriakan lain langsung menyambut dan bahkan disertai deru tepuk tangan dan sorakan.

Teriakan itu yang menjadi semangat bagi para Personel TNI dari Yon Armed VII Kodam Jaya dan Resimen III Pelopor Korps Brimob. Membuat mereka tak peduli dengan peluh yang telah mengalir keluar sejak pukul 05.00 WIB.   

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para personel TNI dan Polri itu selalu membantu masyarakat untuk membersihkan lumpur pascabanjir. Termasuk juga tumpukan sampah yang berserakan di jalanan dan kawasan pemukiman.

"Di sini lumpurnya tebal, 50 centimeter ada. Kalau kita tidak bantu, susah warganya," kata Komandan Regu Yon Armed VII, Abdul Harris, Rabu (23/1).

Harris dan sekitar 100 anggota Yon Armed VII lainnya sudah tiga hari ini membantu warga. Mulai dari membersihkan selokan, menguras lumpur, sampai mengangkat sampah.

Menurut Harris, pasukannya sering bertugas membantu warga saat ada bencana banjir, terutama dalam penanganan pasca-bencana. 

"Tugas kami intinya pengamanan Ibu Kota, tapi kalau ada banjir besar seperti ini kami sering ditugaskan," ujar Harris yang mengaku sudah membantu penanganan pasca-banjir sejak 1997.

Sebanyak 60 anggota Resimen III Pelopor Korps Brimob Polri juga turun tangan ikut membantu. Malah, mereka sudah siap dengan peralatan. Setidaknya ada 22 cangkul, 10 skop dan puluhan karung. 

"Kita sengaja bawa peralatan, biar bisa langsung kerja," kata IPTU Ibrahim.

Hasil peluh mereka pun membuat daerah pemukiman Kampung Melayu sedikit demi sedikit tersibak. Gang-gang sempit menuju pemukiman warga pun bisa mulai dilalui. 

"Warga sudah pada stress karena banjir. Tentara dan polisi sangat dibutuhkan dan sangat membantu," kata Sunaryo, warga Kampung Melayu, yang sudah mulai membersihkan rumah bersama beberapa anggota keluarga.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement