Kamis 27 Dec 2012 10:38 WIB

Pemerintah Diminta Dukung Kemerdekaan Palestina

  Warga Palestina merayakan pengakuan negara Palestina oleh PBB di Ramallah,Ahad (2/12). (AP/Majdi Mohammed)
Warga Palestina merayakan pengakuan negara Palestina oleh PBB di Ramallah,Ahad (2/12). (AP/Majdi Mohammed)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Indonesia diminta menjadi garda terdepan mendukung kemerdekaan Palestina.

Permintaan itu disampaikan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) seluruh dunia yang mengelar simposium internasional di New Delhi India dan diikuti utusan PPI dari seluruh negara.

Delegasi dari PPI Perancis Andi Liza Patminasari, yang tengah meraih Master Law of Economic Development & Risk Maritime Management di University Lille 2, Lille, Prancis, Kamis (27/12), mengatakan, hasil dari rekomendasi para pelajar di seluruh dunia itu merupakan bentuk keperdulian mahasiswa Indonesia akan nasib bangsa dan masyarakat Palestina.

Simposium Internasional itu sendiri dibuka oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Selain itu dalam rekomendasinya PPI Dunia juga mengharapkan pemerintahan yang bersih dan transparan serta realisasi yang terbuka, Pemerintah diminta membentuk iklim kondusif untuk berbasis teknologi.

Ada transfer teknologi terpadu yang melibatkan aspek pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan keamanan bertujuan agar transfer teknologi dapat menjadi pertumbuhan teknologi. 

PPI Dunia meminta respon dari Kemenlu dan Kemendiknas dalam perkembangan jumlah mahasiswa dan dinamikanya di negara tujuan studi yang belum memiliki Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Seperti di Turki dengan 600 pelajar Indonesia, Korea Selatan dengan 500 pelajar Indonesia, Singapura dengan 2.000 pelajar Indonesia, Pakistan dengan 63 pelajar Indonesia, Yordania 70 pelajar Indonesia, Yaman dengan 1800 pelajar Indonesia, Sudan dengan 300 pelajar Indonesia, Rusia dengan sekitar 150 pelajar Indonesia yang hingga kini belum memiliki atase pendidikan.

Selain delegasi PPI Prancis di Simposium Internasional PPI Dunia, juga hadir PPI dari Belanda, Jerman, Inggris, Perancis, Rusia, Turki, Mesir, Tunisia, Libanon, Pakistan, Yaman, Sudan, Syria, Yordania, Jepang, Korea, Thailand, Singapura, Malaysia, Australia, India, Tiongkok dan Filipina yang duduk bersama-sama dalam rangkaian acara dan membuat rekomendasi bersama di Convention Center Jawaharlal Nehru University, New Delhi, India.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement