Kamis 20 Dec 2012 12:06 WIB

Pemkot Cek Pedagang Bakso Koja

Rep: Riana Dwi Resky/ Red: Setyanadivita Livikacansera
Bakso Babi Kuah (ilustrasi)
Foto: MELTING WORK
Bakso Babi Kuah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KOJA -- Suku Dinas (Sudin) Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara kembali melakukan pengawasan, pengambilan dan pengujian sampel daging bakso langsung /on the spot/ di Pasar Koja Baru dengan mobil keliling Labkesmavet. Dari 17 sampel yang diambil, semua hasilnya negatif.

Kepala Sudin Peternakan Jakarta Utara, Sri Wahyuni mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk meredam keresahan masyarakat dan pedagang bakso yang omzet penjualannya anjlok hingga 50 persen. ''Berdasarkan hasil uji di tempat, bakso-bakso di sini aman dikonsumsi'', ujarnya pada Republika, Kamis (20/12).

Sebelumnya, Sudin Peternakan telah mengambil 92 sampel dari tanggal 10 hingga 19 Desember 2012 di sembilan pasar yang tersebar di enam kecamatan Jakarta Utara. Dari hasil uji laboratorium, ada satu sampel yang terindikasi positif mengandung daging babi. Sedangkan 30 sampel lainnya negatif dan sisanya belum ada hasil.  

Pedagang bakso terindikasi positif membuat bakso oplosan daging babi, Suyono, yang tinggal di Tanjung Priuk, diwajibkan membuat surat pernyataan mengakui kesalahan dan tidak akan mengulangi tindakannya lagi. Sri menambahkan, pihaknya akan memeriksa titik lainnya secara  berkala setiap bulan dengan sasaran penggilingan daging untuk adonan bakso, kios bakso kemasan, dan pedagang bakso.  

Keterbatasan mobil lab keliling labkesmavet, membuat Sudin Peternakan kesulitan menjangkau keseluruhan tempat. Untuk itu, Sri meminta, masyarakat segera melaporkan jika ada kecurigaan mengenai keamanan pangan hasil ternak, semisal bakso oplosan daging babi. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement