REPUBLIKA.CO.ID, KOTA GAZA, PALESTINA -- DPR RI mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk melibatkan KBRI Kairo ikhwal pengurusan kepentingan Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.
"Untuk memudahkan pengurusan kepentingan Indonesia di Jalur Gaza, KBRI Kairo perlu dilibatkan, kata Ketua Komisi I DPR-RI, Mahfudz Siddiq, di Gaza, Jumat (30/11).
Mahfudz memimpin rombongan Indonesia berkunjung ke Jalur Gaza untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan kepada korban agresi militer Israel.
Usulan Komisi I DPR yang juga membidangi masalah luar negeri tersebut merujuk pada akreditasi KBRI Amman atas Palestina, mencakup Jalur Gaza.
Gaza yang berbatasan dengan Mesir merupakan wilayah terpisah dari Tepi Barat Sungai Yordan yang berbatasan dengan Yordania.
Oleh karena itu,, menurut Mahfudz, urusan kepentingan Indonesia di Gaza diserahkan saja tanggung jawabnya kepada KBRI Kairo, sementara Tepi Barat di bawah tanggung jawab KBRI Amman.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya pada Kamis (29/11), Mahfudz juga menyampaikan bahwa DPR akan mendorong pemerintah Indonesia untuk membuka Perwakilan Indonesia di Ramallah, Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Mahfudz mencontohkan, kunjungan DPR ke Gaza ini, beberapa staf KBRI Amman harus terbang ke Kairo, bekerja sama dengan KBRI Kairo, untuk melakukannya pengurusannya. "Padahal sebaiknya pengurusan seperti ini cukup menjadi tanggung jawab KBRI Kairo," katanya.
Mahfudz menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi dan jajaran KBRI Kairo dan KBRI Amman yang aktif membantu delegasi rombongan DPR ke Gaza.
Anggota DPR yang mendampingi Mahfud Siddiq ke Gaza ada enam orang, yaitu Muhammad Najib (PAN), Yahya Stjawirya (PD), Yores Raweyai (Golkar), Meutia Hafiz(Golkar), Effendi Choiri (PKB), dan Mustafa Kamal (PKS).