Ahad 11 Nov 2012 15:06 WIB

Antisipasi Bencana, Kemensos Siapkan 32 Ribu Tagana

Rep: Ira Sasmita/ Red: Dewi Mardiani
Pelatihan penanganan bencana alam
Pelatihan penanganan bencana alam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengantisipasi terjadinya bencana alam akibat pergantian musim, Kementerian Sosial mulai melakukan beberapa persiapan. Salah satunya menyiapkan 32.000 Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada seluruh provinsi di Indonesia.

"Kami sudah siagakan 32.000 personil Tagana di 34 provinsi hingga Kabupaten/Kota. Jadi ada atau tidak ada potensi bencana, mereka sudah stand by," kata Andi Zainal Dulung, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, di Jakarta, Ahad (11/11).

Dalam melakukan tugasnya, Tagana diarahkan untuk cepat tanggap, taktis, dan tetap menggunakan kearifan budaya lokal. Sebab, dalam menangani korban bencana alam ataupun kemanusiaan kerap terbentur kondisi emosional dan kebiasaan korban.

Dalam pelatihan Tagana, kata Andi, setiap personil diingatkan untuk tidak hanya memberikan pertolongan dan kenyamanan kepada korban. Tetapi juga penyampaian pesan dan dorongan agar usai bencana terjadi, perilaku hidup masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya. 

Ditegaskannya, secara nasional Kemensos sudah menyiapkan jauh hari sebelumnya upaya penanganan pertama jika terjadi bencana alam. Persediaan barang-barang yang pasti dibutuhkan jika terjadi bencana, sudah disiagakan di seluruh posko Tagana di setiap provinsi.

Beberapa jenis barang tersebut, di antaranya bahan makanan untuk dapur umum, tenda untuk pengungsi, persediaan pangan, hingga obat-obatan untuk pertolongan pertama. "Untuk volumenya di setiap gudang mulai kami tingkatkan. Seperti kemarin di Lampung, kami bagikan 700 bungkus makanan, ternyata kebutuhannya 1.000 lebih. Tapi personil cepat tanggap karena stoknya ada," ujar Andi.

"Mudah-mudahan tahun ini tidak terlalu banyak (bencana alam dan korban). Kami sudah bekerja sama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Pekerjaan Umum, Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Bagaimana upaya preventifnya. Kalau Kemensos kan lebih ke penanganan korban," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement