Jumat 02 Nov 2012 14:10 WIB

Din Syamsuddin Ogah Jadi Capres

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Foto: Republika/Agung Supri
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku enggan menjadi calon Presiden RI pada masa Pemilihan Presiden 2014, karena masih ingin konsentrasi di Muhammadiyah.

"Saya tidak menolak atau menerima, tapi ini sebuah ketegasan. Apalagi saya sudah berkomitmen untuk menjadi seorang Ketua Umum PP Muhammadiyah hingga 2015 sesuai hasil Muktamar di Jogjakarta 2010. Saya wajib menghormati itu," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Jumat (2/11).

Menurut dia, saat ini dirinya sudah merasa menjadi presiden karena menjadi orang nomor satu bagi warga Muhammadiyah. Sehingga ia mengaku tidak tertarik untuk menjadi Presiden Indonesia pada masa mendatang. 

"Saya ini sudah jadi Presiden Muhammadiyah, Presiden tokoh agama di Asia dan Wakil Presiden tokoh agama di dunia. Karena itu saya sudah jadi presiden," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak akan terlibat langsung dalam politik praktis. Hanya saja, kata dia, Muhammadiyah memang wajib terlibat dalam politik moral dengan memberikan masukan kepada pemerintah jika dinilai tidak sesuai dalam menjalankan roda pemerintahannya.

"Muhammadiyah juga berkewajiban mengingatkan apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam mengelola bangsa ini, seperti korupsi, politik uang, serta membawa proses demokrasi menjadi lebih baik," kata pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tersebut.

Sementara itu, disinggung rencana pencalonan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Radjasa sebagai Presiden RI periode 2014-2019, Din Syamsuddin mempersilahkan dan menghormatinya. Menurut dia, Hatta Radjasa dan PAN tidak ada hubungannya dengan Muhammadiyah meski selalu diidentikkan.

"Hatta Radjasa dan PAN tidak ada hubungannya sama sekali dengan PAN. Banyak kader Muhammadiyah di beberapa partai politik dan kami menghargainya. Sekali lagi, Muhammadiyah tidak ada dukung-mendukung calon tertentu," tukasnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan menghalangi kader atau tokoh Muhammadiyah yang hendak maju dan dicalonkan oleh partai politik tertentu menjadi seorang calon presiden maupun wakil presiden.

Din Syamsuddin juga menjelaskan, sesuai keputusan Sidang Tanwir di Bandung beberapa waktu lalu, Muhammadiyah telah memiliki kriteria menjadi seorang pemimpin bangsa. Di antaranya pertama, mampu menyelesaikan masalah bangsa, bukannya malah lari dari suatu masalah.

Kedua, mampu menciptakan solidaritas kerukunan masyarakat atas kemajemukan Indonesia karena bangsa ini terdiri dari berbagai agama, suku dan ras. Ketiga, berwatak berani mengambil risiko dan tidak melimpahkan kesalahan tersebut kepada anak buahnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement