Rabu 12 Sep 2012 08:00 WIB

Kekeringan di Trenggalek Meluas

kekeringan - ilustrasi
kekeringan - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,TRENGGALEK--Bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kian meluas sehingga mengancam ketersediaan air bersih penduduk setempat, kata Sekretaris BPBD Trenggalek, Suprapto, Rabu.

Ia mengatakan bahwa sebagaimana data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat per-tanggal 10 September 2012, jumlah desa yang masuk kategori kering kritis tercatat sebanyak 22 desa di tujuh kecamatan.

Jumlah itu merupakan data mutakhir mereka setelah mendapat laporan kekeringan serta permintaan suplai air bersih dari warga setempat, katanya. "Semua wilayah yang terkena bencana kekeringan termasuk kategori kering kritis," jelasnya.

Secara teori, lanjut dia, warga masih bisa mendapatkan air bersih, namun mereka harus menempuh perjalanan sejauh tiga kilometer atau lebih.

Lokasi sumber air biasanya berada di lereng gunung atau lembah dengan medan yang sulit.

Suprapto mengatakan, daerah tambahan yang mengalami kekeringan adalah Desa Ngrambingan Kecamatan Panggul, Desa Watulimo Kecamatan Watulimo, Desa Bogoran Kecamatan Kampak, Desa Duren, Kecamatan Tugu serta Desa Kayen Kecamatan Karangan.

"Total yang mengalami kekeringan ada 22 desa dari tujuh kecamatan," tandasnya.

Pemkab Trenggalek sendiri terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang diidentifikasi terdampak bencana kekeringan.

Tak kurang dari 878 tengki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk menyuplai kebutuhan air bersih penduduk.

"Sebelumnya ada 654 tengki kami kirim. Karena ada laporan kekeringan masuk di BPBD, kami langsung kirim dengan tambahan 224 tengki," jelasnya.

Ia menambahkan, kekeringan di Trenggalek diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga November.

Konsekwensinya, potensi daerah kekeringan juga bakal meluas lagi. "Itu kabar yang kami terima dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG)," ujarnya.

Selain pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki, BPBD mengusulkan beberapa jenis bantuan ke provinsi, di antaranya pengajuan dana pembelian air sebesar Rp500 juta, 141 unit tandon air kapasitas dua ribu liter, 2.160 jerigen, serta pipanisasi 120 ribu meter untuk 24 desa.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement