Selasa 04 Sep 2012 16:30 WIB

Said Aqil: Hillary Datang karena Indonesia Sukses

Rep: Indah Wulandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Menteri Luar Negeri AS, Hillary R Clinton, berbicara saat melakukan konfwrensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (3/9) malam.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Menteri Luar Negeri AS, Hillary R Clinton, berbicara saat melakukan konfwrensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (3/9) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyikapi kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton sebagai pengakuan negara adidaya atas kesuksesan Indonesia menjadi negara yang menjaga kerukunan umat.

"Amerika mengakui Indonesia sebagai negara sukses yang mampu memberi kebebasan bagi warga negaranya untuk beribadah tapi tidak liberal," cetus Kiai Said usai launching Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di kantornya, Selasa (4/9).

Apalagi, imbuh Kiai Said, posisi mantan first lady AS itu sebagai tamu kenegaraan. Sehingga Kiai Said meminta semua pihak sebaiknya ikut menghormati kedatangannya. Ia meyakini, sikap mau menerima setiap tamu negara dengan terbuka wajar dimiliki warga Indonesia.

Pasalnya, sebut Kiai Said, Indonesia sudah sangat stabil bentuk hubungannya antaragama, maupun antarsuku. "Sudahlah nggak usah demo-demoan. Tapi mungkin bisa ditegaskan lagi, sikap AS terhadap Israel harus tegas, tak boleh menetapkan standar ganda. Itu yang harus dikritisi," jelas Kiai Said.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement