REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyikapi kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton sebagai pengakuan negara adidaya atas kesuksesan Indonesia menjadi negara yang menjaga kerukunan umat.
"Amerika mengakui Indonesia sebagai negara sukses yang mampu memberi kebebasan bagi warga negaranya untuk beribadah tapi tidak liberal," cetus Kiai Said usai launching Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di kantornya, Selasa (4/9).
Apalagi, imbuh Kiai Said, posisi mantan first lady AS itu sebagai tamu kenegaraan. Sehingga Kiai Said meminta semua pihak sebaiknya ikut menghormati kedatangannya. Ia meyakini, sikap mau menerima setiap tamu negara dengan terbuka wajar dimiliki warga Indonesia.
Pasalnya, sebut Kiai Said, Indonesia sudah sangat stabil bentuk hubungannya antaragama, maupun antarsuku. "Sudahlah nggak usah demo-demoan. Tapi mungkin bisa ditegaskan lagi, sikap AS terhadap Israel harus tegas, tak boleh menetapkan standar ganda. Itu yang harus dikritisi," jelas Kiai Said.