Senin 27 Aug 2012 20:54 WIB

Dua Faktor Meningkatnya Kecelakaan Arus Mudik

Rep: Rachmita Virdani/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Tingginya angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2012 dinilai pengamat planologi asal ITB, Denny Zulkaidi, disebabkan dua faktor. "Yang pertama faktor internal, kedua faktor eksternal. Namun lebih dominan faktor eksternal," ujarnya saat dihubungi Republika, Senin (27/8).

Faktor internal, menurut Denny, adalah faktor manusia itu sendiri. "Tingkat kelelahan orang kan berbeda-beda. Biasanya kecelakaan terjadi disebabkan karena faktor lelah si pengendara," sebutnya.

Sedangkan faktor eksternal Denny menjelaskan lebih disebabkan karena kondisi kendaraan, jalan dan pihak ketiga. "Kondisi kendaraan sebaiknya sebelum berangkat harus di periksa dulu, baik dari performa maupun kelengkapan peralatan. Lalu dari segi muatan juga harus sesuai ketentuan, seperti motor harusnya ditumpangi dua orang bukan tiga atau empat orang," tuturnya.

Selanjutnya dari kontur jalan, Denny menilai bahwa para pengendara umumnya tidak mengenali medan yang dilaluinya. "Mereka tidak familiar dengan wilayah, tidak tahu dimana jalan yang berlubang atau rusak sehingga menyebabkan tingkat kecelakaan tinggi," ungkapnya.

Denny menambahkan bahwa faktor pihak ketiga juga turut andil menyumbang jumlah kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. "Misalnya motor sudah ada di jalur yang benar, namun ada saja mobil atau truk yang masuk dalam jalur motor. Kalau mobil atau truk kesenggol masih ada pengamanan, tapi kalau motor kan minim pengamanan," sebutnya.

Lebih lanjut Denny mengatakan bahwa perbaikan sarana dan prasarana jalan harus terus dilakukan. "Sebagian besar sudah baik, namun percuma kalau minim rambu lalu lintas dan penerangan. Itu yang harus diperhatikan semua pihak," tegasnya.

Menurut catatan kepolisian hingga pagi ini terkait korban arus mudik Lebaran jumlahnya cukup mencengangkan. Tercatat ada 908 orang meninggal dunia karena kecelakaan selama musim mudik-balik libur Lebaran.

"Jumlah kecelakaan lalu lintas sampai dengan H16 ada 5.233 kejadian, meninggal dunia 908 orang, dan luka berat 1.505," jelas Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar .

Dari hasil analisa dan evaluasi Polri selama arus mudik dibandingkan dengan tahun lalu, angka kecelakaan dan korban meninggal dunia mengalami kenaikan.

"Laka lantas H1 s/d H16 tahun 2012 dibanding tahun 2011 naik 489 kejadian (+10 %), meninggal dunia naik 129 korban (+17 %), luka berat naik 171 korban (+13 %)," imbuh Boy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement