Rabu 22 Aug 2012 09:25 WIB

Penjualan Kerajinan Perak Bali Menurun

Salah satu hasil kerajinan perak Bali.
Foto: fashion.dinomarket.com
Salah satu hasil kerajinan perak Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JIMBARAN -- Bali memperoleh devisa sebesar 10,201 juta dolar AS dari pengiriman mata dagangan berbahan baku perak selama semester I 2012. Pengiriman itu berkurang 11,12 persen dibanding semester yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,48 juta dolar AS.

"Demikian pula dari segi volume berkurang 11,87 persen dari 3,78 juta unit pada semester I-2011 menjadi 3,33 juta unit pada semester I-2012," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, Rabu (22/8).

Ia mengatakan cindera mata dalam bentuk perhiasan itu hasil sentuhan perajin Bali yang dirancang sedemikian rupa, sehingga mampu menarik perhatian konsumen mancanegara. Bali juga mengekspor cindera mata dari bahan baku perak dalam bentuk berat (gram) yang mampu meraup devisa sebesar 202.851,10 dolar AS selama semester I 2012. Jumlah itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan semester yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 62.904,49 dolar AS.

Perolehan devisa itu atas pengiriman cindera mata sebesar 53.216 gram pada semester I 2011, atau meningkat 9,57 persen menjadi 58.309 gram pada semester I-2012. Ketut Teneng menambahkan, cindera mata dari bahan baku perak merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajinan industri rumah tangga yang mampu menembus pasaran global.

Ekspor kerajinan perak sangat tergantung dari situasi pasaran luar negeri, di samping kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Ketut Teneng menjelaskan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang menerima kunjungan 2,75 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya merupakan salah satu pasaran potensial bagi hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga, termasuk kerajinan dari bahan baku perak.

Hampir setiap wisatawan mancanegara yang pulang ke negaranya setelah menikmati liburan di Bali membeli oleh-oleh hasil kerajinan. "Termasuk kerajinan perak berupa cincin dan aneka jenis perhiasan sebagai kenang-kenangan pulang ke negaranya," tutur Ketut Teneng.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement