Ahad 27 May 2012 22:00 WIB

Main Angklung, Pemilik Toko Bangunan Pecahkan Rekor Dunia

Angklung
Foto: Antara Foto
Angklung

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Musik tradisional angklung yang dimainkan pemilik dan keluarga toko bahan bangunan mitra PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Ahad (27/5), dinyatakan memecahkan rekor dunia.

"(Hari) Ini, saya nyatakan, permainan angklung yang dibawakan 8.000 pemilik toko bangunan dan keluarganya, tidak saja memecahkan rekor di Indonesia, namun juga tingkat dunia," kata pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (27/5).

Permainan angklung terbanyak itu dibimbing pemimpin Saung Udjo, Daeng Udjo, yang memandu langsung 8.000 keluarga pemilik toko bangunan itu.

Menurut Jaya Suprana, prestasi yang diukir atas prakarsa Indocement itu memecahkan permainan ensambel angklung, yang dimainkan 5.182 orang di National Mall Washington, DC, Amerika Serikat, pada Juli 2011.

Saat itu, permainan ensamble itu telah memecahkan rekor dunia dan tercatat dalam The World Guiness Book of the Record.

Jaya Suprana juga menegaskan bahwa untuk memberikan penghargaan, tidak harus merujuk pada lembaga-lembaga internasional.

"Karena lembaga (pencatat rekor dunia) dari bangsa Indonesia sendiri juga bisa melakukannya," kata pemilik Jamu Jago, salah satu perusahaan jamu tertua di Indonesia.

Setelah dinyatakan memecahkan rekor MURI, Jaya Suprana didampingi Wakil Ketua Umum MURI Aylawati Sarwono menyerahkan sertifikat yang diterima Direktur Komersial Indocement Nelson Borch.

Sementara itu, Sales & Marketing Division Manager Indocement Daniel Kundjono Adam menambahkan, acara dengan tema "Cinta Keluarga Tiga Roda" itu diadakan sebagai bentuk ungkapan terima kasih.

"Sekaligus apresiasi Indocement selaku produsen semen 'Tiga Roda' kepada para pemilik toko bahan bangunan serta pelanggan setia yang merupakan ujung tombak penjualan yang berada di Jabodetabek," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement