Selasa 22 May 2012 15:29 WIB

Priyo Minta Relakan Presiden 2014 untuk Tokoh Senior

Rep: Mansyur Faqih/ Red: Dewi Mardiani
Priyo Budi Santoso
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Priyo Budi Santoso

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengatakan, regenerasi kepemimpinan nasional merupakan kehendak alam yang tak bisa dihindari. Karenanya, lebih baik dibiarkan berjalan secara alamiah. ''Biarkan saja alamiah. Jangan dipaksakan tapi juga jangan dihadang,'' papar Priyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/5).

Regenerasi merupakan salah satu amanah reformasi, kata dia, yaitu menyiapkan alih generasi dengan cara yang alamiah. ''Makanya saya tidak setuju dengan mereka yang ingin melakukan potong satu generasi karena perilaku senior. Saya tidak setuju.''

Meskipun begitu, katanya, memang lebih baik untuk memberikan kesempatan kepada generasi senior untuk menuntaskan masa baktinya sekali lagi di pemilu 2014 mendatang. Setelah itu atau pada pemilu 2014, baru Priyo memperkirakan generasi muda bisa sepenuhnya berperan dalam posisi kepemimpinan nasional. ''Karena setelah itu (2014) mereka akan too old,'' ujar Ketua DPP Partai Golkar tersebut.

Pada pemilu mendatang, tokoh generasi tua dipastikan akan kembali mewarnai bursa capres. Pasalnya, beberapa calon yang sudah menyatakan diri untuk maju, sebagian besar di antaranya merupakan tokoh senior. Mereka adalah Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, bahkan Jusuf Kalla jika ada partai politik yang mengusungnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement