REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah terpilih sebagai salah satu Ketua Bersama (co-chairs) dalam Panel Tingkat Tinggi (High-Level Panel of Eminent Persons) untuk agenda pembangunan pasca-2015. Panel dibentuk Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, sebagai upaya melakukan akselerasi langkah dan pembahasan post 2015 development agenda setelah KTT Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20).
Di samping Presiden RI, Perdana Menteri Inggris, David Cameroon, dan Presiden Liberia, Ellen Johnson-Sirleaf, juga telah bersedia menjadi ketua bersama dalam panel tingkat tinggi tersebut. Anggota panel akan ditentukan kemudian oleh Sekjen PBB, dengan mempertimbangkan perimbangan geografis, gender, generasi dan konstituen, dan akan diumumkan setelah penyelenggaraan KTT Pembangunan tanggal 20-22 Juni 2012 di Rio de Janeiro, Brazil.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Presiden SBY menerima putusan tersebut dan melihatnya sebagai tanggung jawab yang besar karena mewakili negara-negara berkembang. "Negara kita diberi kepercayaan mewakili negara-negara berkembang dan nantinya diharapkan berperan secara konstruktif menyusun agenda pembangunan baru pasca 2015 ini," kata Teuku, Kamis (10/5).
Menurut Teuku, dalam prosesnya nanti, ada semacam tim asistensi atau tim dukungan untuk membantu panel tersebut. Presiden juga akan mengikuti suatu sidang tertentu. Ketika ditanya terkait masa jabatan SBY yang akan berakhir 2014, masa kerja SBY dalam panel tersebut kemungkinan selama dua tahun. "Kita telah berhasil mengurangi angka kemiskinan, namun panel akan tetap membicarakan hal tersebut,seperti isu-isu kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan," tutup Teuku.