Senin 26 Mar 2012 20:05 WIB

Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Berjalan Normal

Rep: Asep Wijaya/ Red: Chairul Akhmad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Serangkaian aksi penolakan kenaikan harga BBM yang digelar pada Selasa (27/3) dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Namun, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memastikan aktivitas masyarakat pada esok hari akan berjalan dengan normal sebagaimana biasa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, kendati sejumlah aksi digelar secara "besar-besaran" esok hari, namun, polisi akan berupaya agar aksi tersebut tidak mengganggu aktivitas warga lain yang tidak mengikuti aksi.

Untuk melakukan hal itu, kata Rikwanto, sejumlah petugas pengamanan yang mencapai 22 ribu orang siap dikerahkan ke lapangan. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan tetap beroperasi seperti biasa dan tidak ada penutupan sama sekali.

Di Jadetabek terdapat 540 SPBU yang semuanya akan dijaga sekitar 10-15 personel kepolisian. "Penjagaan itu diharapkan dapat menciptakan rasa aman kepada masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU," kata Rikwanto kepada wartawan.

Selain itu, untuk arus lalu lintas, polisi di lapangan akan berusaha mengawal pengunjuk rasa agar tidak mengganggu laju kendaraan di jalan. Namun, bila terjadi penumpukan massa di satu ruas jalan, polisi akan segera mengalihkan kendaraan ke ruas jalan lain. Sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dan aksi dapat berjalan dengan lancar. "Pengamanan lalu lintas ini akan melibatkan personel kepolisian yang terlibat dalam operasi Simpatik Jaya," jelas Rikwanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement