Kamis 15 Mar 2012 16:10 WIB

Waspada, Inflasi Dunia Menjalar ke Indonesia

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Dewi Mardiani
Dorodjatun Kuntjorojakti (kanan)
Foto: Republika
Dorodjatun Kuntjorojakti (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gejolak harga minyak dunia yang juga akan mempengaruhi harga minyak Indonesia dinilai membuat terjadinya kenaikan harga secara global. Chairman Center Indonesian Public Policies Studies, Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti, menjelaskan gejolak inflasi dari luar negeri tersebut pun akan berdampak kepada perekonomian nasional.

 

"Sebagian inflasinya akan lewat impor. Saya benar-benar sudah melihatnya," ungkap Dorodjatun saat launching Center Indonesian Studies Public Policies bersama dengan Rajawali Foundation, di Jakarta, Kamis (15/3). Mantan Menteri Koordinator Perekonomian ini menjelaskan, gejala tersebut sudah terlihat dengan adanya kenaikan harga tiket dari maskapai penerbangan internasional.

 

Menurutnya, hampir semua maskapai penerbangan asing sudah memasang surcharge akibat gejolak harga minyak dunia. Bahkan, tuturnya, banyak maskapai yang sudah mengumumkan kerugiannya. "Termasuk Cathay Pasific," jelasnya. Akibat kondisi tersebut, Dorodjatun menilai akan berdampak pada sektor industri, akibat mahalnya harga barang yang masuk dari luar negeri.

 

Guru besar Emeritus Universitas Indonesia ini menjelaskan goncangan pun sudah terjadi di Jepang yang sangat tergantung kepada minyak bumi. Sehingga, banyak mesin dan komponen suku cadang nasional yang diimpor dari negeri sakura menjadi mahal. "Mesin kita banyak berasal dari Jepang," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement