Kamis 01 Mar 2012 19:13 WIB

Pengamat: Tak Ada Unsur Politis Dalam Uji Emisi Esemka

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Dewi Mardiani
Mobil Esemka karya siswa SMK Solo yang dijadikan mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota Solo.
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Mobil Esemka karya siswa SMK Solo yang dijadikan mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Tidak ada unsur politis atau upaya penjagalan gerakan mobil nasional di balik tidak lulusnya Esemka dari uji emisi. Menurut Pengamat otomotif, Suhari Sargo, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berwenang melakukan uji emisi telah memiliki prosedur dan peralatan yang sesuai standar.

“Tidak ada rekayasa,” ujar dia saat dihubungi, Kamis (1/3). Menurut dia, tidak lulusnya uji emisi ini, disebabkan mobil dinas milik Jokowi sebagai contoh mobil yang diuji merupakan produk pertama. Jadi, wajar saja dalam pemasangan atau perakitan mobil masih ada yang belum sempurna. Ia berharap, setelah perbaikan nantinya mobil Esemka akan lulus uji emisi.

Dalam membuat mobil, ia berpendapat siswa-siswa SMK perlu diperkuat oleh lembaga riset. Pada dasarnya, siswa SMK bertindak sebagai pelaksana, bukan desainer mobil. Dari 11 uji teknis yang dilalui Esemka, 9 item sudah dinyatakan lulus.

Dua item yang belum lulus, yaitu bagian lampu dan emisi gas buang. Berdasarkan standard pemerintah satu lampu seharusnya memiliki intensitas setidaknya 12.000 Kandela (CD). Pada Esemka, lampu kanannya memiliki intensitas 10.900 CD dan sebelah kiri 6.700 CD.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement