Senin 20 Feb 2012 21:11 WIB

Iran Stop Ekspor Minyak, APBN Indonesia Tekor

Rep: Fitria Andayani/ Red: Hafidz Muftisany
Menko Perekonomian Hatta Rajasa
Foto: YOGI ARDHI/REPUBLIKA
Menko Perekonomian Hatta Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Iran yang menyetop ekspor ke sejumlah negara Eropa, membuat asumsi harga minyak dalam APBN terlampaui. Oleh karena itu dalam waktu dekat, pemerintah harus melakukan perubahan APBN 2012.

Menteri Koordinator Ekonomi, Hatta Radjasa menyatakan, harga minyak saat ini telah melampau asumsi dalam APBN. "Makanya kita sudah harus melakukan pembahasan asumsi ini dalam perubahan APBN," katanya, Senin (20/2).

APBNP yang biasanya dilakukan pertengahan tahun akan dipercepat. Kemungkinan sebelum April. "Percepatan pembahasan dibenarkan karena kita punya alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Apalagi harga minyak saat ini telah jauh di atas 10 persen asumsi," katanya.

Perubahan APBN akan disasar pada postur APBN. Sejumlah asumsi makro akan diubah. "Misalnya ICP akan dilihat kembali. Begitu juga asumsi lifting," katanya. Lifting akan dijaga pada angka yang paling rasional untuk kondisi ekonomi global seperti saat ini.

Meskipun demikian, pemerintah masih akan mengkaji berapa koreksi yang akan dilakukan. "Angka aktualnya berapa, harus dihitung dulu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement