REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembahasan Revisi UU Pemilu menemui jalan buntu karena parpol di DPR tetap egois mempertahankan kepentingan masing-masing. Pembahasan RUU ini terancam molor dari target yang ditetapkan untuk selesai pada Maret 2012.
Ketua Fraksi Demokrat, Ja'far Hafsah, menyatakan pihaknya akan melakukan lobi-lobi yang lebih intensif agar ditemukannya kesepakatan yang saling menguntungkan. "Apa yang diinginkan dari lobi tersebut adalah kesepakatan agar Pemilu dapat menjadi lebih baik dari Pemilu yang pernah diselenggarakan," kata Ja'far.
Pihaknya masih bertahan di angka PT 4 persen. Kemudian masalah pembagian kursi dan perolehan suara semuanya diselesaikan di Dapil. Jumlah kursi di Dapil menurutnya, cukuplah pada angka 3-8. Menurutnya, tawaran Fraksi Demokrat masih bisa disepakati oleh fraksi-fraksi lain.
Peneliti Cetro, Refly Harun, menyatakan pembahasan RUU Pemilu seharusnya dilakukan dengan semangat saling menghargai. Fokusnya, tidak hanya memikirkan masalah-masalah yang hanya menguntungkan parpol.
"Cobalah fokus mengenai pencegahan terjadinya kecurangan-kecurangan dalam Pemilu," jelasnya. Hal ini dinilainya lebih penting, karena berkaitan dengan jalannya pemilu secara adil tanpa ada yang tersakiti.