Selasa 18 Oct 2011 18:23 WIB

18 Perias Terlibat dalam Pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Johar Arif
Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara (ketiga kanan) diapit kerabat untuk memulai prosesi pingitan di Bangsal Sekar Kedaton, Kompleks Kraton Yogyakarta, Yogyakarta, Ahad (16/10).
Foto: Antara
Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara (ketiga kanan) diapit kerabat untuk memulai prosesi pingitan di Bangsal Sekar Kedaton, Kompleks Kraton Yogyakarta, Yogyakarta, Ahad (16/10).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Sebanyak 14 perias putri dan empat perias kakung (pria) yang terlibat dalam pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara. Untuk merias GKR Bendara saat mau panggih dibutuhkan waktu 3,5 jam, sedangkan untuk merias KPH Yudanegara 1,5 jam.

Hal itu dikemukakan Perias Tinuk Rifky pada wartawan di sela-sela acara panggih putri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Yogyakarta, Selasa (18/10).  Merias GKR Bendara merupakan yang ke-13 kali dia merias putra-putri dalem di Kraton Yogyakarta. Selama ini semua pengantin putri yang dirias Tinuk tampak ‘mangklingi’ atau lebih cantik dan memesona. Seperti halnya riasannya terhadap GKR Bendara juga membuat pengantin menjadi anggun dan cantik.

Sebelum merias pengantin,  Tinuk selalu melakukan puasa  yakni minimal tiga hari dan maksimal dua minggu. Sebelum merias GKR Bendara Tinuk berpuasa selama dua minggu. ''Ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa karena masih dipercaya untuk merias putra-putri Dalem,'' kata dia.

Dia mengaku tata rias pengantin kraton tidak berubah. Busana maupun perhiasannya pun juga seperti yang dulu-dulu sesuai tradisi. Demikian pula make-up-nya sesuai pakem, yakni make-up cantik. Yang membedakan memang sifat dari masing-masing pengantin. ''Kalau GKR Bendara sangat perfect, karena inginnya serba pas dan sesuai dengan selera. Sehingga saat merias harus hati-hati,'' ungkap dia.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement