REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengapresiasi kemajuan dan perkembangan yang dimiliki Republika dalam beberapa tahun terakhir ini. Boediono berharap kemajuan tersebut bisa terus berjalan dengan baik ke depan. Salah satu kuncinya adalah mengikuti perkembangan teknologi.
Hal itu disampaikan Wapres dalam kunjungannya ke kantor Republika, Senin (25/7). "Republika sudah mengalami kemajuan yang baik," kata Wapres. Republika mampu mengikuti mainstream teknologi yang sedang berkembang saat ini.
Menurut Wapres, Republika perlu terus mengikuti teknologi untuk mendapatkan hasil yang makin baik dan efisien. Hal itu harus dilakukan tidak hanya dalam media cetak saja, namun media-media lain yang berada dalam kelompok Republika.
Wapres mengunjungi Republika untuk bersilaturahmi, sekaligus bertukar pikiran terkait berbagai isu aktual. Wapres menyampaikan agenda-agenda jangka panjang yang dimiliki pemerintah. "Pertemuan ini menjelang Ramadhan, ini pertemuan yang baik," kata Wapres.
Dalam kesempatan itu, Wapres menekankan pentingnya publik mengetahui pekerjaan yang telah dilakukan pemerintah. Republika, kata Wapres, bisa berperan untuk menyampaikan kepada publik tentang kebijakan dan pekerjaan yang dikerjakan Sekretariat Wapres (Setwapres).
Meski tak ada perjanjian resmi tentang pembagian kerja dengan Presiden, Wapres bersama para deputi dan staf fokus menyelesaikan permasalahan-permasalahan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan penuntasan program reformasi birokrasi. "Pekerjaan kita ini cukup lumayan," kata Wapres.
Selama ini, ujarnya, Setwapres bekerja seperti di 'dapur' atau laboratorium. Wapres menyadari, meski selama ini bekerja di belakang layar, namun publik juga perlu tahu hasilnya melalui media massa.
Dalam kunjungan itu, Wapres didampingi penasihat Wapres Abdillah Toha, Deputi Setwapres bidang Kesra Bambang Widiyanto, Deputi Setwapres bidang Politik Dewi Fortuna Anwar, Staf khusus Wapres M Ikhsan, Juru bicara Wapres Yopie Hidayat, dan beberapa staf lainnya.
Wapres diterima Dirut PT Republika Media Mandiri Erick Thohir, Wadirut Daniel Wewengkang, Direktur Pemberitaan Ikhwanul Kiram Mashuri, Pemred Nasihin Masha, Wapemred Arys Hilman, Kepala Newsroom Irwan Ariefyanto, Kepala Republika Online Agung Pragitya Vazza, dan redaktur senior Anif Punto Utomo
Erick mengatakan, Republika terus berinovasi dengan mengembangkan media-media lain selain koran dan media online. Saat ini, kata dia, Republika fokus mengambangkan Alif TV, televisi Islam pertama. "Kita commit untuk membangun dunia muslim," kata Erick menegaskan.
Menurut Erick, Republika tidak hanya mengembangkan institusi media semata, namun membuat berbagai event. Salah satu event yang digelar Republika adalah pelatihan bagi guru dan program Santri Indigo. Erick berharap alumni program itu bisa diterima Wapres di kantornya.




