REPUBLIKA.CO.ID,NUSA DUA - Tidak ada pemandangan pengamanan yang berlebihan dalam lawatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, di Pulau Dewata, Bali, tanggal 21-24 Juli 2011. Mantan First Lady itu dijaga sesuai standarisasi pengamanan kedatangan tamu negara. Sehingga, tidak ada pengamanan super ketat seheboh kedatangan Presiden AS, Barack Obama, beberapa waktu lalu.
Salah satu agenda kunjungan Hillary ke Bali yaitu menyampaikan pidato dalam acara 'Regional Enterpreneurship Summit 2011' di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/7) sore ini. Mengingat Hillary akan mengisi acara ini, standardisasi pengamanan kedatangan tamu negara pun dilakukan.
Republika dan rekan jurnalis yang meliput acara ini diharuskan menjalani proses screening pengamanan. Setelah melewati pintu pengamanan pertama, para jurnalis diwajibkan mengisi data kehadiran. Selain itu, peralatan elektronik seperti laptop dan kamera profesional harus diletakkan di tempat khusus untuk dicek keamanannya.
Rangkaian proses pengamanan ini dilakukan oleh pihak Kementerian Luar Negeri AS. Bule-bule berbadan tinggi besar dengan setelan jas lengkap terlihat mondar-mandir menyisir lokasi acara.
Hillary dijadwalkan akan membacakan pidato tepat pukul 15.00 WITA. Namun, dua jam sebelum kedatangan Hillary, para tamu yang hadir harus menjalani proses screening atau clearance.