REPUBLIKA.CO.ID, SERANG - Sebanyak 19 dari 101 imigran dari berbagai negara yang terdampar di perairan Selat Sunda kabur dari penampungan di sebuah hotel di Kota Serang, Banten, Selasa dini hari.
Kepala Kantor Imigrasi Serang Yosef Hari Adi membenarkan bahwa 19 dari 101 imigran yang ditampung di sebuah hotel di Serang melarikan diri, dua di antaranya kembali setelah berhasil ditangkap di Terminal Pakupatan, Kota Serang.
Pihaknya menerima laporan tersebut pada Selasa pagi sekitar pukul 05.00 WIB, karena sekitar 04.30 ia masih berada di hotel tersebut setelah membawa para imigran itu dari Pelabuhan Tanjung Lesung.
"Kami masih melakukan pendataan untuk mengetahui secara pasti jumlah mereka yang berada di sini, karena saat mereka dibawa dari Pelabuhan Tanjung Lesung sebanyak 101 orang," kata Yosef.
Salah seorang imigran asal Afghanistan, Khadim, melalui seorang penerjemahnya membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan 19 rekannya melarikan diri dari hotel penampungan sekitar pukul 05.00 WIB melalui jendela. Namun, dua di ntaranya kembali ke penampungan karena mengalami luka pada kakinya.
"Kami tidak mengetahui 17 imigran yang melarikan diri itu, masing-masing berasal dari mana saja. Namun yang pasti mereka pergi dari tempat ini tadi pagi," kata Khadim.
Sementara itu, sebagian imigran lainnya yang berasal dari Afghanistan, Irak, dan Iran tersebut masih berada di penampungan di sebuah hotel di Kota Serang. Mereka masih didata petugas Imigrasi Serang.
Ia mengatakan dirinya bersama sejumlah imigran lainnya berangkat dari Jakarta pada Jumat (20/5) malam dengan menggunakan kendaraan darat menuju sebuah pelabuhan di Banten. Tujuan mereka akan menyeberang ke Australia.