Selasa 31 Dec 2019 12:28 WIB

Tarif Baru Tol Surabaya-Mojokerto Berlaku Mulai 3 Januari

Tol Surabaya-Mojokerto mengalami perubahan tarif mulai 3 Januari 2020.

Ruas Tol Surabaya Mojokerto (foto ilustrasi). Tarif tol Surabaya-Mojokerto mengalami perubahan mulai 3 Januari 2020.
Foto: Antara/Zabur Karuru
Ruas Tol Surabaya Mojokerto (foto ilustrasi). Tarif tol Surabaya-Mojokerto mengalami perubahan mulai 3 Januari 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) akan melakukan penyesuaian tarif di ruas tol tersebut mulai 3 Januari 2020 pukul 06.00 WIB. Penyesuaian tarif ini sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1220/KPTS/M/2019 tanggal 27 Desember 2019 tentang Penyesuaian Tarif Tol Surabaya-Mojokerto.

Direktur Utama PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, Roy Ardian dalam keterangan persnya di Surabaya, Selasa (31/12), mengatakan dengan penyesuaian itu mulai 3 Januari 2020 tol yang menghubungkan Kota Surabaya-Kabupaten Mojokerto akan mengalami perubahan tarif.

Baca Juga

Untuk golongan I dari Gerbang Tol (GT) Warugunung menuju Driyorejo dikenakan tarif Rp 13 ribu, kemudian dari GT Warugunung-Krian Rp20 ribu dan GT Warugunung-Penompo Rp 38 ribu.

Sedangkan untuk kendaraan golongan II dari GT Warugungung-Driyorejo dikenakan tarif Rp 21.500, GT Warugunung-Krian Rp 32.500, serta GT Warugunung-Penompo Rp 62 ribu.

Sementara itu, ruas Tol Surabaya-Mojokerto melintasi empat kabupaten/kota yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresikdan Kabupaten Mojokerto.

Ia mengatakanpenyesuaian tarif tol ini telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

"Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi," katanya.

Ia mengatakan PT JSM akan terus melakukan perbaikan guna peningkatan pelayanan kepada pengguna Jalan Tol, seperti Penambahan gardu OAB (Oblique Approach Booth ) 5 di Exit dan 7 Entrance di Gerbang Tol Warugunung, penambahan 2 gardu entrance reversible di Gerbang Tol Waru 5, layanan isi ulang dengan menggunakan mobile reader dari 4 bank nasional yaitu Mandiri, BRI, BNI dan BCA di semua Gerbang Tol dan Rest Area.

"Untuk monitoring keadaan lalu lintas,JSM juga menyediakan 28 CCTV lajur per km, 17 CCTV di gerbang tol, rest area dan akses simpang susun," tuturnya.

JSM juga melakukan kegiatan penataan jalan tol dengan tanaman bunga bougenvile sepanjang 6 km mulai dari km 718 sampai dengan km 712 dan penataan lansekap Kantor Gerbang Tol Warugunung.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement