Sabtu 28 Aug 2010 07:23 WIB

Indonesia Disarankan Libatkan ASEAN Sebagai Mediator Konflik

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Arif Supriyono

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, menilai pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Anifah Amin, kian memperpanas hubungan Indonesia-Malaysia. Anifah menyatakan kesabarannya mulai habis dengan adanya demonstrasi di Indonesia terhadap Kedutaan Besar Malaysia.

Taufik menjelaskan pernyataan itu hanya akan menambah kemarahan rakyat Indonesia. Karena itu permintaan Presiden Suslio Bambang Yudhoyono agar Menlu, Marty Natalegawa, melakukan perundingan dengan menlu Malaysia dinilai sebagai langkah yang tepat.

“Namun jika perundingan itu gagal, menlu diminta proaktif untuk mencari dukungan dalam rangka membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Taufik disela-sela pengukuhan pengurus daerah Gempita se-Jateng, di Museum Ronggowarsito, Semarang, Jumat (27/8). Jika memang terjadi kebuntuan politik dalam perundingan, langkah yang terbaik adalah melibatkan ASEAN sebagai mediator. Indonesia sebagai negara yang tergabung di dalam ASEAN berhak untuk meminta bantuan.

Ketika terjadi konflik Kamboja dengan Vietnam, Indonesia menjadi mediator dan berhasil. Kini ketika Indonesia berseteru dengan Malaysia, harusnya ada negara ASEAN yang bersedia berperan menjadi mediator.

Forum ASEAN bisa untuk merampungkan kalau ada kasus seperti ini. "Kalau memang nggak punya nyali membantu penyelesaian kasus ini ya lebih kita keluar dari ASEAN. Kalau ASEAN tidak bisa, untuk apa kita menjadi anggota,” tandasnya.

Terkait dengan travel advisory (imbauan agar warganya tak terbang ke Indonesia) yang dikeluarkan Malaysia, Taufik sangat berharap agar pemerintah Indonesia menanggapi secara serius. Kalau perlu menlu memanggil dubes Malaysia di Indonesia untuk meminta penjelasan perihal pernyataan tersebut.

“Kalau masih tidak bersedia, saya tak akan ragu lagi meminta DPR untuk melakukan langkah politik,” imbuhnya. Dia berharap, kasus ini bisa terselesaikan secepatnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement