Sabtu 29 May 2010 17:58 WIB

PT KAI Operasikan Kereta Tambahan

Rep: c29/ Red: Arif Supriyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-–Lonjakan penumpang kereta api di hari libur nasional Waisak dan akhir pekan naik sekitar 50 persen dibanding pekan sebelumnya. Untuk itu PT Kereta Api Indonesia telah melakukan antisipasi dengan mengoperasikan kereta tambahan.

Menikmati libur nasional waisak, para pemudik banyak menggunakan jasa kereta api. Lonjakan penumpang di Stasiun Kereta Api Jatinegara hampir dua kali lipat dari biasanya. Bahkan, jumlahnya melebihi pemudik pada liburan nasional 2 April lalu. Padahal, kedua hari libur itu sama-sama menjelang akhir pekan.

Kepala Humas Daerah Operasi I PT Kereta Api Indonesia, Sugeng Priyono, mengatakan kereta tambahan itu di antaranya Argo Lawu rute Gambir (Jakarta)-Solo. Kereta tersebut berkapasitas 450 tempat duduk. Kereta api Senja Utama jurusan Solo berkapasitas 500 tempat duduk juga dioperasikan. Dua kereta api lainnya, Cirebon Ekspres dan Sawunggalih, juga dioperasikan menyambut libur akhir pekan ini.

"Jumlah gerbongnya juga ditambah rata-rata dua unit," ujar Sugeng, Jumat (28/5) di Jakarta. Penambahan itu disesuaikan dengan kapasitas kekkuatan daya tarik kereta.

Dia mengatakan jumlah penumpang kereta apai kelas bisnis dan eksekutif pada libur akhir pekan ini mencapai 19.277 biasanya hanya 10.453. Sementara penumpang kelas ekonomi mencapai 15.644 dari biasanya hanya 12.690.

Pada liburan hari besar 2 April lalu yang juga jatuh pada hari Jumat, jumlah pemudik hanya mencapai 5.771 orang. Menyambut Waisak, 7.312 pemudik berangkat menuju Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya.

“Kebanyakan ke arah Yogyakarta dan Solo.,” ungkap Kepala Stasiun Kereta Api Jatinegara, Jakarta, Yuskal Setiawan, di kantornya. Dia mengatakan jumlahnya mencapai 70 persen. Selebihnya menuju arah Surabaya dan sekitarnya.

Demi kenyamanan penumpang, tutur Yuskal, PT KAI menambahkan petugas keamanan di Stasiun Jatinegara. “Kita tugaskan lebih dari 30 orang,” tuturnya sambil memantau kondisi luar stasiun.

PT KAI juga mengusahakan agar penumpang tidak menggunakan jasa calo. “Berbagai macam cara kita tempuh,” paparnya. Di antaranya dengan mengumumkan lewat pengeras suara agar penumpang langsung memesan tiket di loket yang tersedia. Untuk kelas bisnis dan eksekutif, pemesanan bisa dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement