Jumat 18 Feb 2022 13:22 WIB

BPBD: Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Pergerakan Tanah di Bantul

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Bantul

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Warga membersihkan puing warung yang roboh akibat angin kencang di kawasan Baturetno, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Bantul. Ilustrasi.
Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Warga membersihkan puing warung yang roboh akibat angin kencang di kawasan Baturetno, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Bantul. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda pada Kamis (17/2/2022) sore di Kabupaten Bantul menyebabkan banjir dan pergerakan tanah. Keterangan ini diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Hujan disertai angin kencang di wilayah Bantul pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB, mengakibatkan sejumlah kejadian, yaitu banjir di empat lokasi dan pergerakan tanah di tujuh lokasi," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dihubungi di Bantul, Jumat (18/2/2022).

Baca Juga

Cuaca ekstrem tersebut juga mengakibatkan pohon tumbang di 19 lokasi serta talud sungai jebol satu lokasi. Dia mengatakan, dampak dari kejadian tersebut menyebabkan tertutupnya akses jalan. Pohon tumbang menimpa jaringan listrik, jembatan, kandang, pondok pesantren, rumah, sekolah, dan kerusakan talud jalan, talud pekarangan, talud sungai, serta tempat usaha.

"Estimasi kerusakan yang diakibatkan kejadian angin kencang tersebut kurang lebih sebesar Rp 37.990.000," imbuh Aka.

Kejadian tersebut tersebar di 10 kecamatan yang meliputi 14 kelurahan/desa. Rinciannya di Desa Baturetno (Banguntapan) satu lokasi, Desa Palbapang (Bantul) satu lokasi, Desa Imogiri dua lokasi dan Desa Wukirsari (Imogiri) delapan lokasi, di Desa Canden (Jetis) satu lokasi, Desa Sendangsari (Pajangan) lima lokasi, Desa Gilangharjo (Pandak) satu lokasi.

Kemudian Desa Bawuran lima lokasi dan Segoroyoso satu lokasi, serta Wonolelo (Pleret) satu lokasi, di Desa Srihardono (Pundong) satu lokasi, Desa Argosari satu lokasi, dan Argomulyo (Sedayu) dua lokasi, dan Desa Timbulharjo (Sewon) satu lokasi.

BPBD mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berpotensi berlangsung sejak 17 sampai 23 Februari 2022.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan lain-lain," jelas Aka merujuk imbauan BMKG.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement