Kamis 21 Sep 2023 12:29 WIB

Prabowo-Ganjar Perlu Segera Deklarasikan Cawapres, Ini Harapannya

Hingga saat ini hanya poros KPP yang telah mendeklarasikan Anies-Muhaimin.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus Yulianto
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pasangan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pasangan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Andriadi Achmad mendorong koalisi pendukung bakal calon presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo segera mendeklarasikan calon wakil presidennya. Hal ini agar ada kepastian pasangan bacapres-bacawapres dari masing-masing koalisi.

"Kepastian koalisi parpol akan lebih memudahkan konsolidasi dan mulai massif bergerak, mengingat masa kampanye Pilpres 2024 sangat singkat hanya sekitar 2-3 bulan," ujar Andriadi dalam keterangannya kepada Republika, Rabu (20/9/2023).

Andriadi mengatakan, hingga saat ini hanya poros Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. Sedangkan poros Ganjar dan Prabowo masih tarik ulur terkait nama cawapresnya.

Padahal menurut Direktur Eksekutif Nusantara Institute Political Communication Studies and Research Centre (PolCom SRC)), semakin cepat bacawapres dideklarasikan, maka semakin lebih mengokohkan koalisi yang sudah terbentuk. 

"Artinya pasca-deklarasi pasangan bacapres - bacawapres, jika ada anggota koalisi yang akan pindah gerbong masih ada waktu. Kalau sudah last minute kan sulit pindah gerbong koalisi jika ada ketidaksepakatan," ujarnya.

Andri menyampaikan, hal ini belajar dari pengalaman Koalisi Perubahan, saat deklarasi Anies - Muhaimin saat PKB memutuskan pindah gerbong meninggalkan Koalisi Indonesia Maju bergabung dengan koalisi perubahan. Begitu juga Demokrat keluar dari koalisi perubahan, bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju. 

"Karena jika sudah final, deklarasi capres - cawapres maka konsolidasi dan mesin koalisi parpol sudah mulai bergerak setidaknya persiapan untuk pendaftaran ke KPU," ujarnya.

Namun demikian, kata dia, usai deklarasi pun, tidak menutup kemungkinan partai masih terbuka untuk berpindah gerbong jika tidak menyepakati pasangan cawapres. Sebab, Golkar selama ini terus menyodorkan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto, PAN dengan Erick Thohir kepada Prabowo. Begitu juga PPP menawarkan Sandiaga Uno sebagai bacawapres kepada Ganjar.

"Maka akan terlihat setelah deklarasi bacapres - bacawapres, apakah Golkar, PAN, dan Demokrat legowo dengan bacawapres berpasangan dengan Prabowo. Begitu juga PPP apakah menerima bacawapres yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo. Kita lihat saja pasca kedua poros tersebut mendeklarasikan pasangan bacapres -bacawapres," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement