Rabu 09 Aug 2023 15:19 WIB

Joe Biden akan Berkunjung ke Vietnam untuk Perkuat Hubungan Bilateral

AS dan Vietnam memiliki hubungan perdagangan yang kian erat.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan akan melakukan kunjungan ke Vietnam dalam waktu dekat
Foto: EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan akan melakukan kunjungan ke Vietnam dalam waktu dekat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan akan melakukan kunjungan ke Vietnam dalam waktu dekat. Lawatannya bertujuan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

“Saya akan segera pergi ke Vietnam karena Vietnam ingin mengubah hubungan kita dan menjadi mitra,” kata Biden dalam pidato sambutannya di New Mexico, Selasa (8/8/2023).

Baca Juga

"Kami menemukan diri kami dalam situasi di mana semua perubahan di seluruh dunia ini terjadi pada saat kami memiliki kesempatan untuk mengubah dinamika," tambah Biden.

AS dan Vietnam memiliki hubungan perdagangan yang kian erat. Kedua negara juga berbagi keprihatinan tentang tumbuhnya kekuatan Cina di kawasan. Washington dan Hanoi diketahui sama-sama menentang klaim teritorial Cina atas Laut Cina Selatan.

Pada 14 April 2023 lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken sempat berkunjung ke Vietnam sebelum berpartisipasi dalam pertemuan menlu G7 di Jepang. Dalam lawatan tersebut, AS dan Vietnam sepakat meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara. “Kami pikir ini adalah waktu yang baik untuk meningkatkan kemitraan kita yang sudah ada,” ujar Blinken kepada awak media setelah bertemu para pejabat tinggi Vietnam.

“Selama 10 tahun terakhir, kita telah menjalin kemitraan komprehensif yang telah menciptakan landasan kerja sama yang sangat kuat di berbagai bidang. Hasilnya, kami pikir ini adalah momen yang baik untuk melangkah lebih jauh,” tambah Blinken.

Sementara itu Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh mengungkapkan, dia sangat senang dapat menyambut kunjungan Blinken saat Vietnam dan AS memperingati 10 tahun Vietnam-U.S. Comprehensive Partnership. “Kita bisa puas dengan apa yang telah kita capai sejauh ini dan waktu yang akan datang,” ucapnya saat menerima Blinken, dikutip laman resmi Departemen Luar Negeri (Deplu) AS .

Pham Minh Chinh memuji meningkatkan hubungan bilateral Vietnam-AS di beberapa bidang, termasuk diplomasi, politik, dan kerja sama ekonomi. “Ini merupakan hubungan yang sangat komprehensif dan efektif. Dan ke depan, kita harus terus memperdalam hubungan ini,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, dia turut menyampaikan terima kasih kepada Deplu AS karena telah membantu mengatur panggilan telepon antara Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong dan Presiden Joe Biden. Menurut Pham Minh Chinh, perbincangan antara kedua pemimpin membuahkan kesuksesan besar.

Dalam kunjungannya ke Vietnam pada April lalu, Antony Blinken juga sempat menghadiri acara peletakan batu pertama dalam pembangunan kedutaan besar AS yang baru di Hanoi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement