Senin 07 Aug 2023 15:03 WIB

Raih Cuan Lewat Live Shopping, Coba Trik Ini

Era social commerce pun menjadi peluang bagi pegiat usaha di Indonesia.

 Pelaku usaha di Indonesia, termasuk UMKM lokal, bisa mendongkrak penjualan online lewat live shopping.
Foto: Tokopedia
Pelaku usaha di Indonesia, termasuk UMKM lokal, bisa mendongkrak penjualan online lewat live shopping.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Di tengah era digital, masyarakat cenderung mencari inspirasi melalui media sosial sambil berbelanja atau sebaliknya.

Era social commerce pun menjadi peluang bagi pegiat usaha di Indonesia, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif dan relevan bagi masyarakat, salah satunya melalui live shopping.

Baca Juga

“Tokopedia membuat berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di era social commerce, salah satunya kanal live streaming Tokopedia PLAY, yang telah hadir sejak tahun 2018,” ujar Associate Vice President of Content Marketing Platform Tokopedia, Nirmala Hapsari, dalam siaran pers, Senin (7/8/2023).

Nirmala pun membagi lima kiat agar pelaku usaha di Indonesia, termasuk UMKM lokal, bisa mendongkrak penjualan online lewat live shopping.

1. Persiapkan alat yang memadai dan tempat khusus live shopping

Agar live shopping terlihat lebih profesional, pelaku usaha dapat mempersiapkan peralatan streaming seperti handphone, tripod dan clip-on microphone. Gunakan juga latar belakang yang polos dan bersih serta pencahayaan yang terang agar wajah dan produk penjual terlihat jelas. Jika perlu, pelaku usaha bisa menggunakan ring light untuk meningkatkan kualitas gambar.

 

2. Bangun pengalaman yang lebih interaktif dengan calon pembeli 

Salah satu keunggulan dari live shopping adalah kemampuan untuk menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih interaktif dengan calon pembeli. Penjual diimbau untuk aktif berkomunikasi dengan menanggapi setiap pertanyaan atau komentar dari calon pembeli.

“Pastikan bahwa konten dan topik bahasan sesuai dengan kategori produk yang dijual. Misal, untuk produk fesyen, penonton cenderung ingin mengetahui kualitas serta tampilan dari produk tersebut. Penjual dapat membuat konten berupa cara pemakaian (try on) atau padu padan (mix and match) pakaian untuk meningkatkan interaksi dengan calon pembeli. Ada banyak tips dan trik lainnya terkait pembuatan konten yang menarik dan interaktif di Pusat Edukasi Seller,” ujar Nirmala.

 

3. Buat penawaran spesial yang hanya berlaku selama live shopping berlangsung

Agar calon pembeli tertarik untuk mengikuti live shopping hingga membeli produk, pelaku usaha disarankan untuk menghadirkan penawaran berupa diskon atau giveaway yang hanya bisa didapatkan selama live shopping berlangsung. 

“Beberapa siaran live streaming yang paling banyak ditonton oleh masyarakat antara lain: giveaway gawai (atau gadget), live call dengan influencer hingga siaran dengan diskon untuk berbagai jenis produk. Pelaku usaha bisa mempertimbangkan konten seperti ini untuk membuat live shopping menjadi sukses,” kata Nirmala.

 

4. Jadwalkan live shopping secara rutin dan promosikan di media sosial

Untuk membangun loyalitas audiens dan meningkatkan brand awareness, penjual perlu menjadwalkan live shopping secara rutin. “Umumnya live shopping dapat dilakukan 1-2 kali dalam seminggu agar produk atau toko makin diingat oleh pembeli,” jelas Nirmala.

Setelah mengatur jadwal, penjual dapat mempromosikan tayangan tersebut. Buat judul konten dan cover banner yang menarik agar calon pembeli tertarik untuk menonton tayangan dan membeli produk.

 

5. Evaluasi performa live shopping 

Setelah sesi live shopping berakhir, jangan lupa untuk melakukan evaluasi agar performa live shopping selanjutnya bisa makin optimal. “Melalui fitur khusus, penjual dapat mengakses data performa video live shopping, antara lain jumlah penonton, produk yang dilihat, produk yang ditambah ke keranjang, produk terjual dan estimasi pendapatan,” jelas Nirmala.

 

sumber : Siaran pers
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement