Jumat 21 Jul 2023 22:21 WIB

Usai Pandemi, JF3 Kembali Hadir Majukan Industri Fashion Tanah Air

Para desainer dan UMKM juga berpeluang berkolaborasi mempromosikan karya di JF3.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Chairman Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) Sugianto Nagaria (tengah) dan beberapa desainer dalam konferensi pers di Mall Kelapa Gading, Jumat (21/7/2023).
Foto: Republika/Gumanti
Chairman Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) Sugianto Nagaria (tengah) dan beberapa desainer dalam konferensi pers di Mall Kelapa Gading, Jumat (21/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) kembali digelar di Summarecon Mall Kelapa Gading mulai 19 hingga 30 Juli 2023. Mengangkat tema "Power to Empower", event tahunan ini diharapkan bisa mendorong kemajuan industri fashion tanah air.

Chairman JF3 Sugianto Nagaria mengatakan bahwa acara ini akan memungkinkan para desainer dan UMKM untuk berkolaborasi dan mempromosikan karya-karyanya. Setelah pandemi menghantam industri fashion, Sugianto juga berharap JF3 bisa memberi peluang dan kesempatan baru bagi mereka.

Baca Juga

"JF3 memiliki value yang tidak bisa dinilai oleh rupiah. Karena melalui JF3, para desainer dan UMKM akan memiliki kesempatan dan peluang untuk berkolaborasi dan memajukan usahanya," kata Sugianto dalam konferensi pers di Mall Kelapa Gading, Jumat (21/7/2023).

Menurut Sugianto, perhelatan JF3 melibatkan puluhan desainer tanah air dan UMKM. Ia juga percaya, JF3 akan membangun interaksi yang baik antara konsumen dan pelaku bisnis fashion. 

Desainer Ernesto Abram mengapresiasi digelarnya JF3 tahun ini. Menurut dia, misi yang dibawa JF3 untuk mengembangkan industri fashion tanah air patut dihargai. Dengan berkembangnya ekosistem mode di Indonesia, ia yakin Jakarta akan bisa menjadi barometer mode seperti halnya Paris dan New York.

"Kita pasti ingin agar fashion indonesia  bisa jadi barometer mode. Itu pasti impian kita semua. Dan untuk meweujudkannya kita semua bisa bersatu," kata Ernesto.

Di panggung JF3, Ernesto akan membawakan koleksi bernuansa Emas yang terinspirasi dari masa kejayaan Sriwijaya. Ia pun akan menghighligt songket Palembang yang telah dimoderasi dalam setiap busana yang dipamerkan.

"Intinya pakai songket Palembang yang lebih bergaya modern dengan teknik yang kekinian. Tentunya koleksi nanti juga akan yang siap pakai," kata Ernesto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement