Kamis 29 Jun 2023 05:31 WIB

Menlu Retno Marsudi Lakukan Kunjungan Perdana ke Mongolia 

Menlu Retno menjajaki peluang memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Mongolia.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja perdana ke Mongolia, Selasa (28/6/2023). Ia mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Mongolia Battsetseg Batmunkh.

“Saya senang berada di Ulaanbaatar untuk kunjungan kerja pertama saya ke Mongolia,” kata Retno dalam keterangan persnya.

Baca Juga

Dalam pertemuannya dengan Battsetseg, Retno menjajaki peluang memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Mongolia. Terdapat beberapa hal yang dibahas Retno dan Battsetseg. Pertama terkait kerja sama ekonomi.

“Kami menyambut baik kerja sama B-to-B antara perusahaan Indonesia Modena dan Nomin Holding dari Mongolia. Ini investasi signifikan pertama dari Indonesia, untuk membangun saluran distribusi peralatan rumah tangga di Mongolia,” ungkap Retno.

Retno dan Battsetseg sepakat mempromosikan lebih banyak fasilitas perdagangan dan meminimalkan hambatan perdagangan. Terkait hal ini, Indonesia tertarik meningkatkan komoditas ekspor potensialnya ke Mongolia, seperti produk farmasi dan alat elektronik. “Kami juga sepakat untuk menjalin hubungan antara kamar dagang dan industri di kedua negara kita,” ucap Retno.

Hal kedua yang dibahas Retno dan Battsetseg adalah hubungan antarmasyarakat. Mereka sepakat mengintensifkan kerja sama di bidang pariwisata, antara lain dengan mempromosikan lima destinasi super prioritas Indonesia kepada wisatawan asal Mongolia. “Kami senang memiliki Pusat Kebudayaan Mongolia di Tanjung Lesung, Indonesia dan merupakan pusat kebudayaan Mongolia pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang didirikan sejak 2017,” kata Reno.

Hal ketiga yang dibahas Retno dan Battsetseg adalah tentang perempuan, perdamaian, serta keamanan. Terkait hal tersebut, Retno akan berpartisipasi dalam Female Foreign Ministers’ Meeting yang diagendakan digelar Kamis (29/6/2023). “Saya akan menyoroti pentingnya melihat peran perempuan dalam situasi konflik melalui perspektif yang berbeda. Kesempatan yang lebih luas harus diberikan kepada perempuan untuk memainkan peran mereka sebagai agen perdamaian,” kata Retno.

(Hal keempat yang dibahas Retno....)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement