Selasa 23 May 2023 22:31 WIB

Uni Emirat Arab Puji Kualitas Para Imam Masjid Asal Indonesia, Ini Alasannya

Para imam masjid Indonesia di Uni Emirat Arab diterima dengan baik

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Pemandangan umum Masjid Al Noor, Uni Emirat Arab (ilustrasi).Para imam masjid Indonesia di Uni Emirat Arab diterima dengan baik
Foto: EPA-EFE/ALI HAIDER
Pemandangan umum Masjid Al Noor, Uni Emirat Arab (ilustrasi).Para imam masjid Indonesia di Uni Emirat Arab diterima dengan baik

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Para imam masjid asal Indonesia yang bertugas di Uni Emirat Arab (UEA) sangat disukai masyarakat di sana. Selain fasih dan suara merdu, keramahan dan perangai yang baik menjadi keunggulan imam-imam asal Indonesia. 

Hal ini diungkapkan Kepala Otoritas Umum untuk Urusan Islam dan Wakaf atau Awqaf UEA, Moh Matar Alkaabi, saat ditemui Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, di Abu Dhabi beberapa waktu lalu. 

Baca Juga

"Bukan katanya, saya lihat pakai mata saya sendiri, orang Indonesia itu ramah-ramah dan baik akhlaknya," ujar Moh Matar Alkaabi dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (23/5/2023). 

Kemenag saat ini sedang menyeleksi calon imam-imam masjid untuk ditempatkan di Uni Emirat Arab. Dari 518 pendaftar di angkatan keenam ini, peserta yang lolos administrasi sebanyak 364 orang. 

Setelah melalui tes CAT dan wawancara virtual, terpilih 115 peserta yang kemudian akan diwawancara langsung tiga syekh dari Uni Emirat Arab, pada 20-22 Mei 2023. Dari proses itu, diharapkan terpilih banyak imam, untuk menyusul 70 imam yang kini telah berada di Uni Emirat Arab. 

Program kerjasama RI-UEA ini menargetkan total 200 imam hingga tahun depan. Imam Indonesia yang diberangkatkan merupakan duta-duta bangsa, yang membawa budaya nusantara dan paham Islam wasathiyah di salah satu negara Timur Tengah itu. 

Pertemuan Kemenag dan Awqaf di Abu Dhabi ini pun dilakukan untuk mengevaluasi dan merevitalisasi proses seleksi yang dilaksanakan. Pihak Uni Emirat mengapresiasi usaha optimal Kemenag dalam menyeleksi calon-calon imam terbaik untuk Uni Emirat Arab tersebut.

Baca juga: Mualaf Theresa Corbin, Terpikat dengan Konsep Islam yang Sempurna Tentang Tuhan

Saat bersilaturahim dengan para imam Indonesia di Uni Emirat Arab dalam kesempatan terpisah, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mencetuskan ide baru, yaitu sertifikasi imam masjid di Indonesia. Profesor jebolan Jerman ini terinspirasi dari proses ketat seleksi imam tersebut. 

"Jika kita bisa menyeleksi dan mengirimkan imam terbaik ke Uni Emirat Arab, mengapa tidak kita juga memperbaiki kualitas imam di masjid-masjid Indonesia," ucap dia.  

Dengan sertifikasi, imam-imam terbaik disebut akan mengisi dan menghidupkan masjid-masjid tanah air yang mencapai 800 ribu. Ke depan, imam masjid di Indonesia hafalannya baik, suaranya merdu, terampil mengembangkan masjid dan sebagainya. 

"Kami sedang menyusun regulasi terkait honorarium imam. Kita harus melayakkan dan mensejahterakan imam-imam di masjid kita. Mudah-mudahan draf regulasi segera mendapat persetujuan pihak terkait," ujar Kamaruddin. 

Direktur Urais Binsyar, Adib, menyebut kualitas imam yang baik akan membuat masjid disukai dan didatangi masyarakat. Masjid yang ramai penanda kualitas kehidupan beragama meningkat.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement