Senin 08 May 2023 13:16 WIB

PLN Upayakan Perbaikan Jaringan Listrik di Lokasi Longsor Solok

Pihak PLN pun masih menunggu pembersihan material longsor selesai.

PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Persero terus berupaya memperbaiki jaringan listrik yang padam dan rusak akibat banjir bandang dan longsor di Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. (ilustrasi).
Foto: dok. istimewa
PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Persero terus berupaya memperbaiki jaringan listrik yang padam dan rusak akibat banjir bandang dan longsor di Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK -- PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Persero terus berupaya memperbaiki jaringan listrik yang padam dan rusak akibat banjir bandang dan longsor di Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar walaupun hingga kini belum bisa lantaran jalan menuju lokasi masih tertutup longsor.

Menejer Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yenti Elfina di Solok, Senin (8/5/2023), mengatakan perbaikan listrik di Aia Luo masih belum bisa dilakukan sebab akses jalan menuju lokasi yang masih tertutup longsor. "Untuk jaringan listrik ke lokasi bencana Nagari Aia Luo, saat ini belum bisa dipulihkan karena kendala akses jalan menuju lokasi masih tertutup material longsor," katanya.

Baca Juga

Pihak PLN pun masih menunggu pembersihan material longsor selesai untuk bisa mencapai titik perbaikan listrik tersebut. "Saat ini petugas PLN menunggu selesainya proses evakuasi bekas longsor yang menutupi akses jalan. Ada lokasi lain yang menimpa jaringan PLN dan alhamdulillah sudah bisa dipulihkan dengan cepat karena jalan menuju lokasi bisa ditempuh," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah nagari setempat untuk percepatan pemulihan sistem arus listrik usai longsor dan banjir bandang.

Sementara itu, Wali Nagari Aia Luo Maila menyebutkan bahwa masyarakat yang terdampak akibat banjir bandang dan tanah longsor ini adalah masyarakat di Jorong Kipek, dan Jorong Tanah Sirah. Ia menambahkan, ada sebanyak 20 lebih KK dan sekitar 80 jiwa yang terdampak akibat musibah longsor tersebut.

Bahkan hingga kini masyarakat yang terdampak kalau malam masih gelap-gelapan, hanya menggunakan penerangan darurat seperti lampu togok. Sebagian ada yang pakai genset kalau punya.

Pasalnya, pembersihan material longsor menggunakan alat berat masih dilakukan. "Kalau sekarang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Perkiraan kami tiga hari lagi baru bisa bersih sempurna dan akses kembali normal," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement