Jumat 05 May 2023 19:28 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Tujuan Utama Turis Cina Selama Hari Buruh

Liburan Hari Buruh di Cina mencapai lima hari.

 Turis China tiba di bandara internasional Ngurah Rai di Bali. ilustrasi
Foto: AP Photo/Firdia Lisnawati
Turis China tiba di bandara internasional Ngurah Rai di Bali. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Indonesia menjadi salah satu dari 10 tujuan utama wisatawan Cina selama musim libur Hari Buruh Internasional di negara itu pada 1-3 Mei lalu. Agen perjalanan wisata terkemuka Cina Ctrip pada Jumat (5/5/2023) menempatkan Indonesia, selain Thailand, Singapura, dan Malaysia, sebagai negara yang paling banyak diminati wisatawan Cina selama May Day.

Jika ditambah libur akhir pekan, liburan Hari Buruh di Cina menjadi lima hari. Menurut Ctrip, pencarian tiket pesawat ke Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya selama periode itu meningkat sembilan kali lipat dan pemesanan akomodasi wisata naik 18 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga

Indonesia menargetkan 258 ribu kunjungan wisatawan Cina sepanjang tahun ini. Untuk merealisasikan target itu, pemerintah RI menerapkan kebijakan visa saat kedatangan (Visa on Arrival/VoA) yang bisa diakses secara daring sebelum keberangkatan.

Data Minsheng Securities menyebutkan kenaikan pemesanan tiket pesawat ke luar Cina mencapai 120 persen dan pemesanan hotel di luar negeri sebesar 70 persen. Kunjungan wisatawan Cina ke Makau, Uni Emirat Arab, dan Maladewa selama perayaanMay Day 2023 juga telah melampaui pencapaian pada 2019 sebelum pandemi Covid-19.

Kedutaan Besar Jerman dan konsulatnya di Cina telah menerima lagi permohonan visa sejak Senin (1/5/2023).

Jerman menjadi negara terakhir yang membuka permohonan visa bagi wisatawan Cina setelah Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa. Namun, negara-negara itu tidak bisa memanfaatkan momentum limpahan turis Cina selama liburanMay Day karena proses penerbitan visa yang memakan waktu.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Cina (MFA) mengungkapkan bahwa industri pariwisata di negara itu telah meraup 148 miliar yuan (sekitar Rp314,4 triliun) selama musim liburan May Day atau tumbuh 128,9 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

"Dengan berbagai hiruk-pikuk dalam perekonomian Cina, liburan May Day kali ini telah menjadi 'pekan emas'," kata juru bicara MFA Mao Ning di Beijing, Kamis (4/5/2023).

Pendapatan sebesar itu berasal dari 274 juta perjalanan wisata domestik yang meningkat sebesar 70,8 persen dibandingkan tahun lalu.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement