Senin 17 Apr 2023 14:22 WIB

Jokowi Ajak Para Pengusaha Jerman Berinvestasi di Proyek IKN

Indonesia dan Jerman telah menandatangani dua kesepakatan G to G dan 18 B to B.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) tiba untuk upacara pembukaan pameran industri tahunan
Foto: EPA-EFE/HANNIBAL HANSCHKE
Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) tiba untuk upacara pembukaan pameran industri tahunan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan sejumlah investor dalam lawatannya ke Hannover, Jerman, Ahad (16/4/2023). Dia ingin menarik para pengusaha Jerman agar berinvestasi di Indonesia, termasuk dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Bapak Presiden mengajak para pengusaha Jerman untuk berinvestasi dalam transformasi ekonomi Indonesia, khususnya di tiga prioritas, yaitu hilirisasi industri, transisi energi, dan juga pembangunan IKN,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga

Retno sempat mengunggah foto di akun Twitter resminya saat dia dan sejumlah menteri lainnya mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan beberapa investor di Hannover. “Komitmen investor Jerman sangat tinggi untuk memperkuat investasi di Indonesia. Presiden Joko Widodo lakukan pertemuan dengan sejumlah investor Eropa di Hannover,” tulis Retno.

Retno mengungkapkan, hasil lawatan Jokowi selama dua hari ke Jerman dapat dibagi dalam dua kategori, yakni antar-pemerintah (G-to-G) dan antar pengusaha atau perusahaan (B-to-B). Untuk G-to-G, Indonesia dan Jerman telah menandatangani dua kesepakatan.

Pertama Joint Declaration of Intent on Joint Economic and Investment Committee (JEIC), yakni mengenai pembentukan forum gabungan sektor pemerintah serta swasta untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi.

Kesepakatan kedua adalah Joint Declaration of Intent in the Field of Digitalization antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Kementerian Digital dan Transportasi Jerman. Tujuan dari kesepakatan itu adalah mendukung pengembangan transformasi digital.

“Sementara untuk kerja sama B-to-B, telah terjadi 18 kesepakatan kerja sama B-to-B yang nilainya kurang lebih sebesar Rp29,7 triliun, yaitu di sektor sustainability dan transisi energi, investasi, inovasi/start-up, dan Making Indonesia 4.0,” kata Retno Marsudi dalam pernyataannya yang dirilis Kementerian Luar Negeri.

Dalam lawatannya selama dua hari, yakni 16-17 April, Jokowi sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Kerja sama ekonomi dan investasi menjadi topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Jokowi juga sempat menghadiri acara pembukaan Hannover Messe 2023, yakni salah satu pameran industri terbesar di dunia, tepatnya di Eropa. Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang dipilih menjadi partner country dalam acara tersebut.

Saat berpidato dalam acara pembukaan, terdapat beberapa hal yang disampaikan Jokowi, antara lain terkait transformasi ekonomi lewat inovasi dan teknologi, hilirisasi industri, dan ekonomi hijau.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement