Senin 20 Mar 2023 13:33 WIB

Ada Harapan untuk Robot Penjelajah Zhurong

Zhurong masih tetap diam serta tertutup pasir dan debu.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Natalia Endah Hapsari
Zhurong, robot penjelajah Cina,  seharusnya melanjutkan aktivitas secara mandiri pada Desember tahun lalu, sekitar waktu titik balik musim semi utara Mars, ketika suhu dan kondisi pencahayaan lebih menguntungkan untuk kendaraan bertenaga surya tersebut. Sayangnya, hal itu belum terjadi.
Foto: CNSA
Zhurong, robot penjelajah Cina, seharusnya melanjutkan aktivitas secara mandiri pada Desember tahun lalu, sekitar waktu titik balik musim semi utara Mars, ketika suhu dan kondisi pencahayaan lebih menguntungkan untuk kendaraan bertenaga surya tersebut. Sayangnya, hal itu belum terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Robot penjelajah atau rover Zhurong, yang merupakan bagian dari misi Tianwen 1 Mars Cina, mendarat di Utopia Planitia pada Mei 2021. Robot itu memasuki mode aktif pada Mei 2022, secara efektif memungkinkannya untuk hibernasi selama musim dingin di belahan bumi utara planet.

Dilansir dari Space, Zhurong seharusnya melanjutkan aktivitas secara mandiri pada Desember tahun lalu, sekitar waktu titik balik musim semi utara Mars, ketika suhu dan kondisi pencahayaan lebih menguntungkan untuk kendaraan bertenaga surya tersebut. Sayangnya, hal itu belum terjadi.

Baca Juga

Namun, Yi Xu, seorang profesor di Space Science Institute di Macau University of Science and Technology di Taipa, Macau, Cina, mengatakan kepada VICE World News bahwa masih ada harapan untuk Zhurong.

Cina belum mengomentari status Zhurong, tetapi gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membuktikan penjelajah itu tetap diam untuk sementara waktu. Xu menuturkan gambar-gambar MRO menunjukkan Zhurong tertutup oleh pasir dan debu, jadi sangat merusak kemampuannya untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik.

“Kita harus menunggu, karena sekarang musim semi, dan nanti, itu musim panas di Mars. Maka Mars akan menerima lebih banyak sinar matahari dan suhunya juga meningkat,” kata Yi. “Bila baterai terisi penuh, maka penjelajah atau instrumen dapat beroperasi kembali,” tambahnya.

Zhurong memiliki sarana aktif untuk membersihkan panel suryanya, tetapi masa tidak aktifnya di daerah yang rawan badai debu tampaknya memengaruhi kemampuannya untuk menghasilkan listrik dan menahan panas. Zhurong tidak memiliki unit pemanas radioisotop, seperti penjelajah lainnya termasuk penjelajah bulan Yutu Cina, tetapi memiliki sepasang “jendela” yang memungkinkan bahan kimia yang disebut n-undecane untuk menyimpan energi panas.

Penjelajah itu diharapkan bangun secara mandiri ketika dua kondisi terpenuhi. Ini adalah komponen utama yang mencapai suhu lebih dari lima derajat Fahrenheit (minus 15 derajat Celcius) dan pembangkit energi lebih besar dari 140 watt.

Di sisi lain, Xu adalah rekan penulis makalah baru-baru ini yang menggunakan data dari radar penembus tanah Zhurong untuk membuat gambar lapisan yang rumit. Apakah Zhurong bangkit kembali atau tidak, misi tersebut telah melampaui masa hidup yang direncanakan selama tiga bulan Bumi. Penjelajah juga, seperti pengorbit Tianwen 1 pendampingnya, telah menyelesaikan tujuan sains utamanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement