Jumat 10 Mar 2023 09:35 WIB

Indonesia Kuasai 40 Persen Ekonomi Digital di ASEAN

Ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai 130 miliar dolar AS pada 2025.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) menandatangani MoU Kerja Sama Ekonomi Digital dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao (kiri) disasikan Presiden RI Jokowi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Bali, Rabu (16/11/2022).
Foto: dok Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) menandatangani MoU Kerja Sama Ekonomi Digital dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao (kiri) disasikan Presiden RI Jokowi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Bali, Rabu (16/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia berpotensi mengembangkan ekonomi digital. Pada tahun 2022, negeri ini menguasai 40 persen ekonomi digital di ASEAN.

Nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai 130 miliar dolar AS pada 2025. Angka itu diperkirakan akan terus meningkat hingga 300 miliar dolar AS pada 2030. Airlangga menilai, optimisme kinerja ekonomi yang baik perlu didukung oleh potensi besar di sektor digital.

Baca Juga

"Pada dua tahun terakhir, perilaku masyarakat semakin contactless. Ini salah satunya ditopang oleh layanan e-commerce dan on-demand, seperti ride hailing atau ojol (ojek online), online food delivery, dan juga bisnis logistik berbasis online," ujarnya secara virtual dalam dalam Executive Forum Media Indonesia, Kamis (9/3/2023).

Ia memaparkan, realisasi potensi ekonomi digital Indonesia didukung oleh beberapa hal yakni jumlah penduduk Indonesia yang sebagian dalam usia produktif. Juga posisi Indonesia sebagai peringkat keenam negara dengan jumlah startup terbesar di dunia karena memiliki 2.400 lebih startup, dan penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 76 persen.

Ekonomi digital juga diangkat sebagai salah satu pilar strategis Keketuaan ASEAN Indonesia pada 2023 agar dapat mengakselerasi transformasi digital yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan digital di kawasan. Hal itu selaras dengan tekad Indonesia yang ingin memperkuat ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Kita berharap Keketuaan Indonesia di KTT ASEAN 2023 dapat mendorong perekonomian nasional di berbagai kota yang menjadi tempat diselenggarakannya rangkaian side event KTT ASEAN 2023. Ini sekaligus menjadi momen memperlihatkan ketangguhan ekonomi Indonesia sehingga Indonesia layak menjadi tujuan investasi asing,” tegas Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada 2023. Menurutnya, kolaborasi dan sinergi semua pihak perlu terus didorong, terutama peran dari korporasi maupun rumah tangga.

Hasil asesmen menunjukkan, tabungan rumah tangga dan korporasi semakin meningkat secara signifikan pada masa pandemi. Ini belum dioptimalkan kembali untuk ekspansi dan belanja pada 2023.

“Oleh karena itu konsumsi dan investasi perlu didorong di tahun 2023, dan target investasi 2023 ini Rp 1.400 triliun, akan meningkat menjadi Rp 1.650 triliun pada 2024. Ini bagi Indonesia untuk meredam volatilitas global yang masih berlangsung,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement