Selasa 07 Mar 2023 15:45 WIB

Jelang Ramadhan, Zulhas: Seluruh Izin Impor Pangan Sudah Terbit

Mendag memastikan seluruh izin impor pangan pokok sudah diterbitkan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Buruh pelabuhan menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal kargo di Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (5/1/2023). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan seluruh izin impor pangan pokok yang diperlukan untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadhan telah diterbitkan.
Foto: ANTARA/Ampelsa
Buruh pelabuhan menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal kargo di Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (5/1/2023). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan seluruh izin impor pangan pokok yang diperlukan untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadhan telah diterbitkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan seluruh izin impor pangan pokok yang diperlukan untuk mengamankan kebutuhan selama Ramadhan telah diterbitkan. Pihaknya berharap, dengan tambahan impor, pengendalian pasokan dan harga dapat dilakukan secara optimal.

"Semua (izin impor) sudah (diterbitkan). Kedelai, terigu, gula, daging, semualah siap mudah-mudahan," kata Zulhas di sela acara Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2023 di Jakarta, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga

Lelaki yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah telah bekerja keras untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di tengah masyarakat. Ia mengaku tak khawatir soal ketersediaan bahan pangan. Namun, yang menjadi fokus pemerintah bagaimana agar harga-harga pangan terjangkau di kantong masyarakat.

"Ramadhan sebentar lagi, kita lagi kerja keras agar persediaan lebih banyak," kata dia.

Mengutip prognosis data dari Badan Pangan Nasional (NFA) periode Januari-April 2023, persediaan 12 bahan pokok strategis dalam kondisi surplus. Empat komoditas pangan pokok yang masih diimpor yakni kedelai, daging, gula, serta bawang putih.

Impor kedelai yang telah masuk mencapi 218 ribu ton, sedangkan bawang putih sebanyak 1.538 ton. Impor daging ruminansia sebesar 12,3 ribu ton dan gula 67 ribu ton.

Kenaikan harga pangan pokok yang berlangsung lama hingga saat ini dikhawatirkan akan semakin memberatkan konsumen. Terlebih sekitar dua pekan ke depan masyarakat akan memasuki Ramadhan di mana permintaan terhadap bahan pangan melonjak dan harga naik signifikan.

Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengatakan, kenaikan harga menjelang Ramadhan masih dimaklumi karena menandakan kegiatan ekonomi masyarakat sedang tumbuh.

"Tapi, kalau kemudian melambung tidak terkendali dan tidak adil bagi konsumen, ini menjadi preseden adanya kegagalan pengendalian harga bahan pokok bagi konsumen, terutama masyarakat kelas bawah," kata Agus.

Salah satu harga bahan pangan pokok yang masih cukup tinggi, yakni beras. Panel Harga Badan Pangan Nasional (NFA) mencatat rata-rata harga beras medium hingga Senin (6/3/2023) masih sekitar Rp 11.790 per kg sedang beras premium Rp 13.520 per kg.

Tren harga beras baik medium maupun premium tak jauh berbeda dari rata-rata harga pekan lalu. Selain itu, ada minyak goreng yang saat ini masih berkisar Rp 15 ribu per liter untuk minyak goreng curah dan Rp 17 ribu untuk minyak goreng kemasan sederhana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement