Sabtu 04 Mar 2023 01:15 WIB

MUI Dukung Seruan Boikot Kurma Israel

Israel adalah produsen kurma Medjoul terbesar di dunia.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Boikot kurma Israel/ilustrasi
Foto: boycottzionism.wordpress.com
Boikot kurma Israel/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia mendukung seruan boikot produk kurma Israel yang digaungkan baru-baru ini oleh sebuah komunitas pecinta Masjid Al Aqsha yang berbasis di Inggris yakni Friends of Al-Aqsa (FOA). Melalui tagar #CheckTheLabel, FOA menyerukan seluruh Muslim terutama yang tinggal di negara-negara Eropa memeriksa label terlebih dulu sebelum membeli kurma. Mereka menyerukan agar Muslim tidak membeli kurma yang diproduksi Israel terlebih untuk berbuka puasa saat Ramadhan. 

Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (KHLN MUI), KH. Bunyan Saptomo mengatakan pihaknya mendukung seruan boikot produk kurma Israel. "Iya, MUI jelas mendukung seruan boikot korma Israel," kata Bunyan kepada Republika.id pada Jumat (3/3/2023). 

Baca Juga

Menurut FOA, Israel adalah produsen kurma Medjoul terbesar di dunia, dengan 50 persen kurma Israel diekspor ke Eropa. Kurma ini kemudian dijual di supermarket besar serta toko-toko lokal di seluruh benua. Seperti Inggris, pada 2020 Inggris mengimpor lebih dari 3.000 ton kurma dari Israel, senilai sekitar 7,5 juta pound (8,9 juta dolar Amerika).

Kendati demikian Bunyan tak dapat memastikan kurma asal Israel juga beredar di Indonesia. 

"Kalo ini tanya kementerian Perdagangan yang tangani impor expor," katanya. 

Sementara itu sekretaris komisi fatwa MUI, KH Miftahul Huda mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada fatwa MUI terkait hukum membeli atau mengkonsumsi produk-produk Israel terlebih produk kurma medjoul dari Israel. 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement