Selasa 28 Feb 2023 22:59 WIB

BI Lakukan Perluasan Gerakan "Marijo Bakobong" untuk Kendalikan Inflasi

Perluasan gerakan Marijo Bakobong melalui pembagian 350 ribu bibit

Seorang murid SD menunjukkan pot plastik (polybag) yang berisi bibit tanaman sayur di halaman DKPP Kota Bandung, Jalan Arjuna, Cicendo, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (9/2/2023). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak tentang tata cara budi daya sayur menggunakan sistem hidroponik dan media tanah, serta upaya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Seorang murid SD menunjukkan pot plastik (polybag) yang berisi bibit tanaman sayur di halaman DKPP Kota Bandung, Jalan Arjuna, Cicendo, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (9/2/2023). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak tentang tata cara budi daya sayur menggunakan sistem hidroponik dan media tanah, serta upaya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah melakukan perluasan gerakan "Marijo Bakobong" (Mari Berkebun) sebagai upaya mengendalikan inflasi di Sulawesi Utara (Sulut).

"Pencanangan perluasan gerakan Marijo Bakobong melalui pembagian 350 ribu bibit barito, yakni bawang merah, rica, dan tomat," kata Kepala BI Sulut Andry Prasmuko, di Bolmong, Selasa (28/2/2023).

Baca Juga

Barito tersebut diberikan kepada keluarga prasejahtera dan kelompok tani di 15 kabupaten/kota se-Sulut yang disertai launching Klinik Pertanian pendampingan langsung oleh Pengusaha Tani Unggulan Bank Indonesia (PUBI) dan Kompetisi Marijo Bakobong.

"Program pembagian bibit barito sekaligus menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di Sulawesi Utara dan akan dilaksanakan dalam dua mekanisme," ujar Prasmuko.

Dua mekanisme tersebut, yaitu penyaluran bibit barito dan pupuk untuk Persit dan Bhayangkari Kotamobagu, serta PKK untuk disalurkan kepada keluarga prasejahtera di Sulut.

Kemudian yang kedua ialah pembagian bibit barito dan alat pembuat POC (pupuk organik cair) kepada kelompok tani di 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Prasmukomenyatakan pula, sinergi, komitmen dan koordinasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi yang berkesinambungan.

"Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan pemerintah daerah beserta jajaran yang telah mendukung kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Sulawesi Utara 2023," katanya lagi.

Seluruh usaha pengendalian inflasi selanjutnya diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan membawa manfaat bagi masyarakat Sulut.

Perluasan gerakan "Marijo Bakobong" (Mari Berkebun) berlokasi di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Asisten II Sulut didampingi Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu, Pj Bupati Bolmong Limi Mokodompit, Asisten II Setda Boltim MR Alung, Asisten II Setda Bolsel Muhammad Suja Alamri, dan Asisten II Setda Bolmut Abdul Nazarudin Maloho.

Lalu, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja PdtJohan Manampiring, Ketua MUI Kotamobagu KHAbdul Wahab, Sekretaris Umum MUI Kotamobagu UstJainudin, dan Ketua BKSUA Manado Pdt Yudi Tunari.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement