Kamis 16 Feb 2023 21:49 WIB

Arab Saudi Bangun 3.000 Rumah Sementara untuk Korban Gempa Turki dan Suriah

Hingga kini, puluhan ribu korban gempa Turki dan Suriah membutuhkan tempat tinggal.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nora Azizah
Seorang wanita berduka atas kerabatnya di kuburan massal setelah gempa bumi besar di Adiyaman, Turki tenggara.
Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Seorang wanita berduka atas kerabatnya di kuburan massal setelah gempa bumi besar di Adiyaman, Turki tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi akan membangun 3.000 bangunan sementara untuk membantu mereka yang terdampak gempa Turki dan Suriah. Hal ini dikonfirmasi oleh Pengawas Umum Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KS Relief) Dr Abdullah al-Rabeeah.

"KS Relief dapat menyediakan tenda sementara bagi mereka yang terkena dampak gempa di Turki dan Suriah, dan akan membangun 3.000 bangunan sementara untuk orang-orang tersebut," ujar Al-Rabeeah seperti dilansir laman Al Arabiya, Kamis (16/2/2023). 

Baca Juga

Ia mengatakan, puluhan ribu orang membutuhkan tempat berlindung. Prioritas tim Saudi adalah melakukan operasi penyelamatan bagi mereka yang terjebak di bawah reruntuhan dan memberikan dukungan yang diperlukan seperti obat-obatan, makanan, dan perawatan kesehatan yang mendesak.

Ratusan ribu orang kini kehilangan tempat tinggal akibat gempa bermagnitudo 7,8 yang melanda Turki dan Suriah. KS Relief telah mengirimkan ribuan tenda, namun orang-orang perlu memiliki tempat berlindung yang memadai dalam beberapa bulan mendatang karena pemerintah membangun kembali kehancuran.

Di bawah arahan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi mengirim tim dari KS Relief dan Bulan Sabit Merah Saudi untuk memberikan bantuan kepada para korban di lapangan. Kerajaan juga telah menyumbangkan jutaan ke kedua negara.

Saudi terus menerima sumbangan dari warga dan penduduk melalui program “Sahem” yang semuanya berada di bawah arahan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

"Arab Saudi adalah salah satu negara pertama yang mencapai wilayah yang dilanda gempa segera setelah terjadinya bencana. Itu sedang berkomunikasi dengan Bulan Sabit Merah Suriah untuk menetapkan prioritas dan memberikan dukungan di Aleppo,” kata sekretaris jenderal KS Relief.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement