Rabu 21 Dec 2022 10:36 WIB

Saat Gejolak Ekonomi, Asuransi Tradisional Lebih Diminati dari Unitlink

Allianz sebut produk asuransi tradisional alami kenaikan dan unitlink turun 11 persen

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Suasana ruang layanan nasabah di gedung baru Allianz Indonesia. Trend minat nasabah asuransi tradisional semakin meningkat dibandingkan unitlink. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti menyampaikan produk tradisional tumbuh signifikan dibanding unitlink yang mengalami kontraksi.
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Suasana ruang layanan nasabah di gedung baru Allianz Indonesia. Trend minat nasabah asuransi tradisional semakin meningkat dibandingkan unitlink. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti menyampaikan produk tradisional tumbuh signifikan dibanding unitlink yang mengalami kontraksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Trend minat nasabah asuransi tradisional semakin meningkat dibandingkan unitlink. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti menyampaikan produk tradisional tumbuh signifikan dibanding unitlink yang mengalami kontraksi.

"Sekarang ada pergeseran minat ke asuransi transisional yang saat ini porsinya 57 persen, produk tradisional itu naik 8,5 persen dan unit link turun 11 persen per kuartal III 2022," katanya dalam Outlook Ekonomi 2023 yang digelar Allianz Indonesia, Selasa (20/12).

Ia juga menyampaikan premi asuransi akan terkena dampak berupa penurunan karena gejolak ekonomi, termasuk pada 2023. Kenaikan inflasi di berbagai negara, termasuk inflasi medis yang menyebabkan biaya pengobatan meningkat.

Kondisi tidak terlalu baik untuk produk investasi sehingga unitlink tidak lagi menarik. Gejolak juga muncul karena kenaikan suku bunga yang agresif oleh Bank Sentral Amerika, kondisi geopolitik dan kebijakan Zero Covid China telah membuat kondisi ekonomi 2022 penuh dengan volatilitas.

"Hal ini tentunya membawa dampak terhadap industri asuransi, sehingga pendapatan premi asuransi mengalami penurunan," katanya.

Nasabah juga akan semakin berhati-hati dan menyesuaikan pilihan subdana sesuai profil risiko. Meskipun terjadi penurunan permintaan terhadap asuransi, kesadaran akan pentingnya asuransi tetap ada, khususnya dalam jangka panjang.

Menurutnya, nasabah akan semakin selektif dan kritis ketika akan membeli produk asuransi. Nasabah juga akan semakin memperhatikan dari polis yang dimiliki.

Untuk 2023, Made mengatakan Allianz melihat bahwa volatilitas ekonomi global masih akan berlanjut. Walaupun mungkin tetap ada gejolak, namun jauh lebih tenang. Selain itu, kami juga optimis pada kondisi ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

"Allianz juga melihat bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki proteksi asuransi akan terus meningkat dan diiringi dengan keinginan untuk memahami produk asuransi yang sudah dimiliki," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement