Rabu 14 Dec 2022 08:22 WIB

Haiti Siap Luncurkan Vaksin Kolera Pertama

Haiti menerima pengiriman awal sekitar 1,17 juta vaksin kolera.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih
Pasien penderita kolera (ilustrasi).
Foto: AP Photo/Ramon Espinosa
Pasien penderita kolera (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PORT-AU-PRINCE - Pemerintah Haiti bersiap meluncurkan kampanye vaksinasi kolera pekan ini. Hal ini dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pejabat setempat setelah negara Karibia itu menerima pengiriman vaksin pertamanya.

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) pada Rabu (14/12/2022) mengatakan, Haiti menerima pengiriman awal sekitar 1,17 juta vaksin kolera pada Senin (12/12/2022).

Baca Juga

PAHO menjelaskan bahwa pihak berwenang akan memfokuskan upaya vaksinasi dini untuk penduduk berusia di atas satu tahun yang tinggal di daerah yang telah melaporkan kasus kolera paling banyak hingga saat ini. Itu termasuk lingkungan Port-au-Prince di Cite Soleil dan Delmas.

"Kedatangan vaksin oral di Haiti adalah langkah ke arah yang benar," kata direktur Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Haiti, Laure Adrien dikutip Aljazirah, Rabu (14/12/2022).

"Kami berharap pengiriman pertama ini akan diikuti oleh yang lain sehingga vaksin tersedia untuk semua populasi yang berisiko di Haiti," ujarnya menambahkan.

Haiti telah berjuang untuk menahan wabah penyakit tersebut di tengah lonjakan kekerasan geng. Belakangan, geng Haiti memblokir akses kebutuhan hidup yang menyebabkan kekurangan bahan bakar dan listrik, termasuk di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di ibu kota, Port-au-Prince.

Haiti telah meminta bantuan untuk memerangi wabah kolera. Kolera di negara tersebut dimulai pada awal Oktober dan berdampak paling parah pada orang-orang yang sudah rentan.

Pejabat PBB mengatakan bahwa anak-anak menyumbang sekitar 40 persen kasus kolera. Sementara sembilan dari 10 kasus terjadi di wilayah negara yang juga berjuang dengan tingkat kekurangan gizi dan kemiskinan yang tinggi.

Direktur kantor program darurat UNICEF, Manuel Fontaine bulan lalu mengatakan bahwa anak-anak Haiti menghadapi tiga ancaman, yakni kekerasan, kekurangan gizi, dan kolera. Kolera adalah penyakit yang disebabkan oleh minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera. Orang yang terkena bakteri itu memicu diare parah serta muntah, haus dan gejala lainnya.


Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement